Informasi Keanekaragaman Hayati Lembah Cilengkrang

63peta cilengkrangLembah Cilengkrang seluas 30 Ha berbatasan dengan Desa Pajambon Kec. Kramatmulya Kab. Kuningan mempunyai kondisi ekosistem yang masih alami. Daya tarik utama Lembah Cilengkrang adalah keberadaan air terjun (curug) sebanyak 4 buah. Curug pertama bernama curug Sabuk dengan ketinggian 30 m, curug kedua adalah curug Sawer dengan ketinggian 50-60 m, curug ketiga yaitu curug Kembar dengan ketinggian 40 m, dan curug terakhir yaitu curug Citapa dengan ketinggian 30-40m. Hal yang menarik lainnya dari ODTWA Lembah Cilengkrang ini adalah adanya sumber air panas alami yang keluar di sekitar curug-curug tersebut. Sumber air panas tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan wisata yang saat ini juga dilengkapi dengan kolam-kolam pemandian. Selain menjadi tujuan wisata melepas penat, Lembah Cilengkrang juga dapat menjadi wisata pendidikan, mengingat potensi keanekaragaman hayati yang cukup tinggi.

Diantaranya keanekaragaman hayati Lembah Cilengkrang sebagai berikut :

Flora

Bambu Tamiang (Schizostachum blumei), Tepus (Amomum coccineum), Anggrek Tanah (Phaius flavus), Aren (Arenga pinnata), Kemuning (Murraya paniculata [L..] Jack), Calodas (Ficus microcarpa), Dadap (Erythrina variegata), Cempoko (Talauma candolii), Jamuju (Podocarpus imbricata (Blume de Laubenf), Hunyut buut (Kadsura cauliflera BL), Ki Honje (Pittosporum ferrugineum), Cangkuang (Pandanus furcatus), Beunying (Ficus fistulosa Reinw), Bunga Matahari (Helianthus annus L.), Jarong (Stachytarpheta mutabilis L.), Kijeruk (Acronychia laurifolia Bl.), Binbin (Pinanga coronate), Pulai (Alstonia scholaris), Mara (Macaranga tanarius), Lampuyang (Zingiber aromaticum Vahl), Kareumbi (Homalanthus populneus Benth), Seuseureuhan (Piper aduncum L.), Babadotan/Jukut Bau (Ageratum conyzoides L), Salira/Tembelekan (Lantana camara), Rotan (Calamus sp), Nyatoh (Palaquium sp), Puspa (Schima wallichii (DC.) Korth), Anggrek Tanah (Congkok) (Curculiga capitulata), Pulus (Laportea stimulans), Flamboyan (Delonix regia), Kaliandra (Caliandra callothyrus), Simpur (Dillenia aurea), Kelor (Moringa oleifera Lamk), Antanan (Centella asiatica L.), Ganyong (Canna discolor),  Sadagori ( Sida rhombifolia L), Singungu (Clerodendron serratum L. Spr), Kondang (Ficus variegata BL), Walen (Ficus ribes Reinw), Hamerang (Ficus grossularioides Bum.f), Solatri (Calophylum inophyllum), Cariang (Begonia robusta Blume), Kucubung (Datura metel, Linn), Nangsi (Villebrunea rubescens BL), Sahang (Piper nigrum L), Kantong Semar (Nephentes gymnopora).

Fauna

Elang Ular Bido (Spilornos cheela), Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), Elang Hitam (Ictinaetus malayanensis), Alap-Alap Sapi (Falco muluccensis), Gagak Kampung (Corvus macrorhynchos), Cingcoang coklat (Brachypteryx leucophrys), Gagak Hutan (Corvus enca), Bentet Kelabu (Lanius schach), Perkutut (Geopelia striata), Kepodang Dada Merah (oriolus cruentatus), Sri Gunting Hitam (Dicrurus macrocercus), Puyuh Gonggong Jawa (Arborophila javanica), Ayam Hutan Merah (Gallus gallus), Gemak Loreng (Turnix suscitator), Pergam Punggung Hitam (Ducula lacernulata), Uncal Loreng (Macropygia unchall), Walik Kepala Ungu (Ptilinopus porphyreus), Lutung Jawa (Trachypithecus auratus), Surili (Presbytis comata), Monyet Ekor Panjang (Macaca fascicularis), Owa Jawa (Hylobates moloch), Kukang (Nyticebus coucang), Kucing Hutan (Felis bengalensis), Kancil (Tragulus javamicus), Bajing Kelapa (Callosciurus notatus), Biawak Air (Varanus salvator), Ular Viver Pohon (Trimeresurus puniceus), Sanca Kembang (Phyton reticulates), Kongkang Kolam (Rana chalconota), Katak Sawah (Fejervarya cancrivora), Bangkong Tuli (Limnonectes kuhlii), Bangkong Batu (Limnonectes macrodon), Katak Pohon Emas (Philautus aurifasciatus), Katak Pohon Bergaris (Polypedates leucomystax).

Begitu melimpahnya kekayaan keanekaragaman hayati di Lembah Cilengkrang yang patut kita lestarikan bersama sebagai wujud kecintaan terhadap keseimbangan alam.

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: