Belajar Mengukur Debit Air

23erBerikut kami coba bagikan cara mengukur debit air untuk aliran terbuka seperti sungai dll. Langsung aja !

  1. Memasang pasak 1 disebelah kiri saluran, kemudian tegak lurus ke arah seberang, pasak no.2.
  2. Menghubungkan antara pasak no.1 dengan pasak no.2 menggunakan tali rafia. (sebagai batas daerah pengukur I)
  • Memasang pasak no.3 dengan no.4 dengan jarak 25 meter ke arah hilir pada pasak no.1 dan no.2.
  • Menghubungkan antara pasak no.3 dan pasak no.4 dengan tali rafia (sebagai batas daerah pengukur II)
  • Jarak I dan II = (D) dalam satuan meter

Menentukan kecepatan aliran air (V)

  1. Memastikan semua peralatan dengan kondisi baik dan siap digunakan.
  2. Memulai dengan menghanyutkan bola pimpong dengan jarak 5 meter dari batas pengukuran I ke arah hulu saluran.
  3. Menghidupkan stopwatch, saat bola pimpong tepat berada di bawah tali batas daerah penampang I.
  4. Mematikan stopwatch sesaat bola pimpong telah mencapai tepat di bawah tali batas daerah penampung II.
  5. Mencatat waktu untuk menempuh jarak dari daerah penampang I ke daerah penampang II (t).
  6. Menghitung kecepatan aliran air dengan menggunakan rumus, dimana :

V = kecepatan aliran air sungai (m/detik)

D = jarak antara daerah penampang I dengan II (meter)

t = waktu yang diperlukan untuk menempuh jarak (detik)

Menentukan luas penampang basah saluran (A)

  1. Menentukan lebar saluran (I) pada daerah penampang.
  2. Mengukur kedalaman air (d1) pada daerah penampang I kemudian diulangi ; hingga lima tempat (d2, d3, d4, d5).
  3. Menentukan rata-rata dalam air (d) pada daerah penampang I

d= menghitung luas penampang basah dengan menggunakan rumus :

A = I x d m , dimana

A= luas penampang basah (m2)

I= lebar saluran (meter)

d= kedalaman air rata-rata (meter)

Q= V x A

Q = debit air yang mengalir (m3/detik)

V= kecepatan aliran air (m/detik)

A= Luas penampang basah (m2)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan kegiatan praktikum yang telah dilakukan dalam menghitung debit saluran air di sungai maka diperoleh hasil sebagai berikut.

LI sebagai lebar saluran 1 : 1.5 m

LII sebagai lebar saluran 2 : 1.5 m

D = 25 m

t = 43 detik

Menghitung kecepatan aliran air (V):

V = 0.58 m/detik

LI à     d1 = 0.45 m                LII à    d1 = 0.36 m

d2 = 0.44 m                     d2 = 0.37 m

d3 = 0.55 m                    d3 = 0.35 m

d4 = 0.38 m                    d4 = 0.34 m

d5 = 0.32 m                    d5 = 0.3 m

LI =

= 0.43 m

LII = = 0.34 m

A = L x d

AI = luas penampang basah 1

AII = luas penampang basah 2

AI = 1.5 m X 0.43 m = 0.645 m

AII = 1.5 m X 0.34 m = 0.51 m
0.57 m2

Q = V x A

Q = 0.58 m/dtk X 0.57 m2

Q = 0.33 m3/detik

sumber : http://sinagacute.wordpress.com

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: