76 Tahun Telah Berlalu

90ciremai 1938

Letusan Gunung Ciremai tercatat sejak 1698 dan terakhir kali terjadi tahun 1937 dengan selang waktu istirahat terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun. Tiga letusan1772, 1775 dan 1805 terjadi di kawah pusat tetapi tidak menimbulkan kerusakanyang berarti. Letusan uap belerang serta tembusan fumarola baru di dindingkawah pusat terjadi tahun 1917 dan 1924. Pada 24 Juni 1937.

7 Januari 1938 terjadi letusan freatik di kawah pusat dan celah radial. Sebaran abu mencapaidaerah seluas 52,500 km bujursangkar (Kusumadinata, 1971). Hingga saat ini Gunung Ciremai telah beristirahat selama 76 tahun dan selang waktu tersebut belum melampaui waktu istirahat terpanjang. Pada tahun 1947, 1955 dan 1973 terjadi gempa tektonik yang melanda daerah barat daya Gunung Ciremai, yang diduga berkaitan dengan struktur sesar berarah tenggara barat laut. Kejadian gempa yang merusak sejumlah bangunan di daerah Maja dan Talaga sebelah barat Gunung Ciremai tahun 1990 dan tahun 2001. Getarannya terasa hinggadesa Cilimus di timur Gunung Ciremai.

KARAKTER LETUSAN

Karakter letusan Gunung Ciremai adalah berupa erupsi ekplosif bersekala menengah (dimanifestasikanoleh sejumlah endapan aliran dan jatuhan piroklastik). Secara berangsur kekuatan erupsi melemah dan cenderung menghasilkan erupsi magmatik.

PERIODE LETUSAN

Selang waktu istirahat aktivitas Gunung Ciremai terpendek 3 tahun dan terpanjang 112 tahun.

Faktor- faktor penyebab letusan gunung ciremai yang sudah berlangsung selama 7 kali tersebut antara lain disebabkan oleh faktor geologi dan faktor geomorfologi. Faktor geologi gunung ciremai itu sendiri yaitu dapat dilihat dari batuan yangmendasari komplek gunung Ciremai, karena di gunung ciremai terdapat batuan sedimen Tersier, sebagian dapat dijumpai dalam komplek Gunung Ciremai khususnya di bagian kaki barat laut. Disamping itu juga dijumpai beberapa intrusi berkomposisi andesit seperti di daerah Maja Kab. Majalengka, serta di utara komplek Gunung Ciremai, yaitu pada daerah gunung Kromong. Pertumbuhan aktivitas vulkanik di sekitar gunung Ciremai diawali oleh kegiatan gunung Putridan disusul oleh kegiatan gunung Gegerhalang yang menghasilkan aliran lavaporfiritik, sedangkan kegiatan vulkanik gunung Gegerhalang menghasilkan aliran lava dan awan panas serta jatuhan piroklastik. Setelah kegiatan vulkanik Gegerhalang disusul oleh kegiatan gunung Ciremai yang menghasilkan beberapa aliran lava serta endapan awan panas, dan jatuhan piroklastika. Sehingga dari sinisaya menyimpulkan bahwa letusan gunung ciremai itu sendiri salah satu faktornya adalah dari pengaruh gunung putri dan gunung gegerhalang, aktivitas kedua gunung ini sangat berpengaruh terhadap aktivitas gunung ciremai salah satu contoh kecilnya adalah gempa vulkanik yang dihasilkan serta awan panas danaliran lava porfitik, selain itu sering juga terjadi erupsi samping pada gunung ciremai yang menghasilkan erupsi lava berkomposisi andesit yang juga merupakan pengaruh dari gunung gegerhalang. Gunung ciremai sendiri merupakan salah satu gunung yang paling aktif dari 15 gunung yang ada di Indonesia dengan selang waktu istirahat yang terpendek adalah 3 tahun dan selangwaktu yang terpanjang adalah 112 tahun. Lalu bila dilihat dari aspek geomorfologisnya yaitu, Gunung ciremai mempunyai kawah aktif yang merupakan pusat dari kegiatan erupsi. Dari kawah tersebut dimuntahkan material-material piroklastik, gas-gas vulkanis, dan lava pijar. Kawah aktif ini terletak padabagian puncak gunungapi, berbentuk membulat cekung dan pada Gunungapi Ciremai berdiameter 0,5 hingga 1 km. Karakteristik khas dari kawah yang erdapat di Gunungapi ini adalah kawah yang terbentuk tersusun oleh dua tubuhkawah yang kemudian menyatu sehingga berukuran lebih besar. Berwarna kebiru-biruan dengan bercak-bercak kemerahan. Bila saya hubungkan dengan peristiwa ledakan gunung ciremai yang sudah tujuh kali meletus bisa saja kawah yangterbentuk oleh dua tubuh kawah yang menyatu ini di sebabkan oleh letusan

Letusan sebelumnya sehingga terbentuklah kawah aktif yang tersusun dari duakawah yang bersatu menjadi satu kawah, analisis saya dari bidang geomorfologiitu sendiri yaitu lebih di fokuskan pada kawah aktif yang kemungkinan besarmenjadi penyebab utama letusan

Letusan sebelumnya yang memang memiliki hubungan yang erat juga terhadap aktivitas gunung putri dan gunung gegerhalang.

dari berbagai sumber

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: