Petapa Goa Walet Digiring Turun Gunung

pr

KRISTIANTO alias Krisna Jaya Wisesa (46) (membawa tongkat) digiring tim evakuasi keluar dari tempat bersemedinya menuruni lereng Gunung Ciremai menuju Pos Pendakian Ciremai, Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabuoaten Kuningan, Jumat (31/10/2014). Petapa warga Jawa Tengah yang sudah 38 hari bercokol di area Pos Goa Walet, kawasan puncak Gunung Ciremai itu, diminta turun oleh Balai Taman Nasional Gunung Ciremai.*

KUNINGAN, (PRLM).- Seorang pria mengaku bernama Krisna Jaya Wisesa (46) warga RT 01/01, Desa/Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah yang sudah 38 hari tinggal dan bertapa di Pos Goa Walet, lereng Gunung Ciremai dijemput serta digiring turun ke Pos Pendakian Ciremai Jalur Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kuningan, Jumat (31/10/2014).

Namun, pria bernama asli Kristianto kelahiran Kabupaten Ciamis itu, hingga Jumat (31/10/2014) malam, masih bersikukuh ingin mendapatkan izin melanjutkan rencana semedinya hingga selama 100 hari. Upaya menurunkan petapa dari Goa Walet yang berada pada ketinggian sekitar 2.950 meter di atas permukaan laut itu dilakukan tim evakuasi. Tim tersebut, beranggotakan Babinsa dari Koramil Cigugur, Polisi Hutan BTNGC, masyarakat anggota MPPGC jalur Palutungan dan MPPGC jalur Apuy, Majalengka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kuningan. Delapan personel tim tersebut termasuk wartawan ‘Pikiran Rakyat’ diberangkatkan mendaki Gunung Ciremai oleh Kepala Seksi Pengelola Taman Nasional wilayah Kuningan Hawal Widodo, Kamis (30/10/2014) pukul 23.50. Dan, tim tersebut baru tiba di Goa Walet bergabung dengan lima orang personel tim dari MPPGC Apuy pada Jumat (31/10) pukul 9.30.

Melalui diplomasi penuh kekeluargaan dan keakraban, tim tersebut meminta kepada Krisna yang sudah sebulan tinggal di Gunung Ciremai tanpa izin, untuk turun gunung dulu menemui Kepala BTNGC. “Kulonuwun (silaturahmi dan minta izin dulu) ya mas kepada sesepuh pengelola gunung ini, yaitu kepada Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai. Dan, kedatangan kami menemui Pak Krisna pun, atas permintaan beliau (Kepala BTNGC Padmo Wiyoso)” kata salah seorang juru bicara tim itu Avo Juhartono. Dan, setelah mendapatkan berbagai informasi dari anggota tim tersebut, Krisna yang sebelumnya telah dua kali menolak bujukan turun dari tim sebelumnya, Jumat (31/10/2014) pagi itu, akhirnya bersedia turun gunung dalam kawalan tim tersebut ke Pos MPPGC Dusun Palutungan, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Krisna bersama rombongan tim penjemputnya itu, tiba di Pos MPPGC Palutungan, sekitar pukul 16.00. Namun, ketika itu Kepala BTNGC Padmo Wiyoso tidak ada di pos tersebut dan disebutkan bahwa Padmo Wiyoso tidak bisa menemui Krisna karena sedang tugas di luar Kuningan. “Kalau bapaknya (Kepala BTNGC) sekarang tidak bisa bertemu dengan saya, saya sekarang mau kembali dulu ke Goa Walet,” kata Krisna. Namun, keinginan Krisna untuk kembali lagi bertapa atau bersemedi di Goa Walet ditahan oleh sejumlah petugas BTNGC, maupun oleh petugas dari Kepolisian Resor Kuingan, dan Koramil Cigugur. Dan, atas saran dari para pihak terkait, sementara ini Krisna difasilitasi dulu menginap sementara di Pos MPPGC Palutungan sampai Senin (3/11/2014) awal pekan depan.(Nuryaman/A-88)***

sumber : Pikiran Rakyat

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: