Melongok Pengelolaan Pendakian Gunung Ciremai

11141198_892702034126079_4675836483822616524_n

Pasca penyesuaian tarif masuk pendakian dari Rp. 20.000 menjadi Rp. 50.000 dengan beban tanggungjawab ketat dari kami, mitra pendakian terlihat mulai berbenah. Mulai dari hal administrasi hingga pelayanan terhadap pendaki secara optimal. Ada 4 mitra pendakian yaitu (Mitra Pendakian Gunung Ciremai) MPGC Palutungan, MPGC Linggasana, MPGC Apuy dan PDAU Darma Putra Kertaraharja.  Semua mitra pendakian tersebut memahami apa yang menjadi kesepakatan bersama perihal optimalisasi pelayanan pendakian gunung ciremai.

Pada mulanya banyak pihak yang tidak berkenan dengan penyesuaian tarif pendakian tersebut. Namun berkat sosialisasi yang gencar dilakukan kepada semua kalangan masyarakat dari dan dalam kota melalui berbagai media seperti koran, media sosial dan forum diksusi dll membuahkan hasil yang cukup menggembirakan.

1538701_889777901085159_3224594201582317174_n

Pada saat pembukaan kembali, gunung ciremai langsung diserbu oleh pendaki dari berbagai penjuru daerah, mulai dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi hingga daerah dekat seperti Cirebon, Majalengka, Kuningan dan Indramayu serta beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur.  Tercatat tidak kurang dari 1000 orang lebih telah mendaki gunung ciremai diawal pembukaan kembali pendakian tahun ini. Jumlah ini belum termasuk disaat libur panjang akhir pekan pada awal bulan Mei 2015 lalu. Membludaknya jumlah pendaki tersebut mengindikasikan bahwa sosialisasi yang dilakukan Balai TNGC beserta mitra pendakian berhasil dan membuat masyarakat secara umum mengerti apa yang dimaksudkan.

11182053_889558641107085_4122687544503162411_n 11246585_895953123800970_7721316097415048266_n

Dampak Negatif

Beberapa waktu yang lalu, kami telah melakukan monitoring pengelolaan  pendakian. Hasilnya cukup mengejutkan :

  1. Jalur Palutungan : Sepanjang jalur pendakian tidak diketemukan sampah anorganik.
  2. Jalur Linggarjati & Linggasana : Terdapat tumpukan sampah anorganik hampir disetiap pos
  3. Jalur Apuy : Masih terdapat sampah anorganik pada beberapa pos

Rupanya sampah anorganik belum dapat ‘diusir’ dari gunung ciremai. Hal ini disebabkan masih kurang optimalnya pengelolaan pendakian yang sebagian besar berada pada ranah operasional di lapangan. Lantas siapa yang salah? Apakah pendaki? Ataukah mitra pengelolanya?

22621_887877784608504_9049750199713030602_n

Tidak perlu saling menyalahkan. Balai Taman Nasional Gunung Ciremai sebagai pemangku kawasan bertanggungjawab sepenuhnya atas hal itu. Dalam waktu dekat kami akan melakukan evaluasi kepada mitra pengelola pendakian.

Sesuai dengan hasil kesepakatan kami dengan mitra pendakian bahwa bila terdapat sampah anorganik, maka mitra pengelola tersebut akan dikenakan sanksi tegas.

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: