Belajar Memahami Pemanfaatan Jasa Lingkungan Karbon

IMG_20180611_165237

Rabu pagi, 6 Juni 2018, haus dan lapar tak menyurutkan langkah peserta untuk menghadiri bimbingan teknis (bimtek) pemanfaatan jasa lingkungan karbon. Maklum saja karena hari itu sudah menginjak hari ke 21 bulan Ramadhan 1439 H. Bimbingan teknis ini digelar di ruang rapat kantor Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Peserta yang terdiri dari pejabat struktural, pejabat fungsional dan perwakilan staf lingkup Balai TNGC tampak antusias.
.
Agenda bimtek diawali dengan paparan Kepala Seksi Kawasan Suaka Alam dan Taman Buru, Sub Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Panas Bumi dan Karbon, Anton Eko Satrio. Diskusi dimoderasi oleh Kepala Balai TNGC, Kuswandono. Diskusi menarik membahas Potensi Stok Karbon di Taman Nasional, termasuk TNGC.
.

IMG_20180611_165139
Pertanyaan terkait bagaimana potensi karbon dengan jasa lingkungan wisata alam, bagaimana perhitungan karbon, dan sebagainya disampaikan oleh peserta. Saran juga muncul terkait perengkingan karbon di Taman Nasional jangan berdasarkan luasan Taman Nasional, namun berdasarkan satuan stok karbon per hektar untuk masing-masing taman nasional.
.
“Untuk saat ini perhitungan karbon baru mencakup minimal luasan per hektar saja belum pada tegakan pohon itu sendiri”, ujar Anton, Kepala Seksi KSA dan Taman Buru mengakhiri paparannya.
.
Sobat ciremai, hal yang menarik selama mengikuti kegiatan bimtek ini adalah peserta dapat mengetahui pentingnya stok karbon. Perubahan iklim merupakan dampak langsung dari adanya pemanasan global. Pemanasan global adalah peristiwa meningkatnya suhu bumi yang terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca (GRK) yang dihasilkan dari aktifitas manusia. Solusi mengatasi perubahan iklim akibat pemanasan global salah satunya adalah dengan meningkatkan cadangan karbon. Upaya bentuk partisifasi yang dilakukan dalam rangka menjaga stok karbon adalah mengurangi emisi, menjaga simpanan karbon dan meningkatkan simpanan karbon. Menurut hasil penelitian bahwa cadangan karbon terbesar yaitu ada pada hutan yang bagus. Taman Nasional sebagai benteng terakhir yang keberadaan hutannya masih bagus perlu dijaga kelestariannya. Upaya yang harus dilakukan yaitu, mencegah penebangan pohon secara liar, stop perambahan hutan dan kebakaran hutan.
[ teks & foto © BTNGC - Oman DP | 062018 ]
.
#klhk
#ayoketamannasional
#gunungciremai
#tngc
#wonderfulindonesia
#pesonaindonesia
#karbon
#carbonStock

Tags:  

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>