Spesies Baru “Kodok Merah Ciremai”

IMG-20180728-WA0004
Kabar mengejutkan datang dari dunia penelitian Amphibi, dimana telah ditemukan jenis baru dari genus “Leptophryne” di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) yaitu Leptophryne javanica sp.


.
Selama ini spesies amphibi ini dikenal sebagai kodok merah. Di TNGC pertama kali dijumpai secara tidak sengaja oleh peserta lomba foto flora fauna di kawasan Blok Ipukan pada tahun 2012.
.
Penamaan spesies hasil temuan tersebut ditentukan sebagai Kodok Merah dengan nama ilmiah Leptophryne creuntata, Tschudi, (1838) yang berdasarkan pada bentuk morfologi yang sesuai dengan dideskripsikan oleh T. Iskandar dalam bukunya Amfibi Jawa Bali halaman 42 yang mengatakan bahwa ”warna kodok merah; hitam dengan bercak merah dan kuning dengan dua macam bentuk. Bentuk pertama terdiri dari individu-individu dengan tanda jam pasir; pinggiran merah dan kuning di tengah-tengah hitam. Jenis kedua terdiri dari individu-individu dengan bercak kuning tersebar di seluruh warna hitam. Bagian bawah berwarna kemerahan atau ke kuningan”.
.
Temuan spesies yang diduga kodok merah ini membuat pihak Balai TNGC bekerja sama dengan PILI yang juga didukung oleh Pertamina EP pada tahun 2013 mengadakan kegiatan Survey Biodiversitas di Taman Nasional Gunung Ciremai kabupaten Kuningan dan kabupaten Majalengka, Jawa Barat pada empat lokasi habitatnya, yaitu aliran Paderek (Curug Cilutung, Curug Cisurian dan Curug Batu Nganjut), aliran Kopi Bojong. Kemudian pada tahun 2017 dilanjutkan kegiatan monitoring habitat dan populasi kodok merah oleh PEH Balai TNGC dan ditemukan lokasi baru yaitu aliran Ciinjuk, mata air Cadas Belang dan mata air Sigedong.
.
Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada tahun 2017 melakukan pengambilan sampel kodok merah yang berada di Aliran Padarek. Melalui artikel ZOOTAXA nomor  4450 (4): 427-444, LIPI memberikan hasil pengujian labotarium terhadap genetik, suara dan morfologi, bahwa kodok merah yang di gunung Ciremai adalah spesies baru yang berbeda dengan kodok merah yang ada di gunung Halimun dan gunung Gede Pangrango. Spesies yang ada di gunung Ciremai sama dengan yang ada di gunung Slamet. Spesies baru tersebut di namakan “Leptophryne javanica sp.”
.
Penamaan ini berdasarkan kesamaan genus “Leptophryne”, sedangkan nama “javanica” ditemukan di Pulau Jawa yaitu Jawa Barat di gunung Ciremai dan Jawa Tengah di gunung Slamet.
.
Temuan jenis baru ini tidak hanya menambah kekayaan jenis di TNGC tapi juga di Indonesia pada umumnya. Walaupun TNGC kehilangan kodok Merah-nya, tetapi TNGC menemukan jenis baru yaitu “Leptophryne javanica sp.” dan kami memberikan nama lokalnya menjadi Kodok Merah Ciremai.
.
Sobat Ciremai, ayo kenali dan cintai negerimu dengan cara yang baik dan benar.
.

[teks © Azis Abdul Kholik; foto © Azis & koezky - BTNGC; sumber © ZOOTAXA nomor 4450 (4): 427-444 | 072018]

.

#kodokMerahCiremai
#LeptophryneJavanica
#klhk
#ayoketamannasional
#gunungciremai
#tngc
#wonderfulindonesia
#pesonaindonesia

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>