Kisah Penjagaan Jalur Pendakian [2]

2018-08-24-22-37-14
.
Kisah lainnya datang dari jalur pendakian Linggajati. Siapa yang tidak tahu jalur ekstrim di gunung Ciremai. Dari awal mulai mendaki sudah di suguhkan dengan tanjakan yang melihatnya saja bikin merinding.


.
Kala itu matahari begitu menyengat, tapi tidak mengendurkan semangat kami untuk mendaki. Kelompok kami berjumlah tujuh orang mendaki dengan membawa seutas tali sepanjang 50 meter untuk mengukur jarak tempuh dari titik awal sampai puncak. Sampai di pos 6 (Pamerangan) hari mulai gelap dan kami pun bermalam.
.
#SobatCiremai, jika di gunung lain ada satu tanjakan legendaris, kami rasa cuma Ciremai yang mempunyai tiga tanjakan legendaris sekaligus (Bingbin, Sareuni, dan Bapa Tere).
.
Setelah pos Pamerangan, kami berhadapan dengan tanjakan pertama, Tanjakan Bingbin. Tidak terlalu panjang dan terjal memang. Sekitar 45 menit kemudian kami tiba di Tanjakan Sareuni yang lebih terjal dan panjang. Hampir sekitar satu setengah jam kemudian barulah kami tiba di Tanjakan Bapa Tere yang bukan terjal lagi melainkan vertikal. Dengan dibantu seutas tali kami pun naik tanjakan demi tanjakan.
.
Setelah melalui beberapa pos, akhirnya2018-08-24-22-35-00 kami sampai di pos terakhir yaitu pos 12 (Pangasinan), yang di kelilingi banyak bunga Edelweis. Kami pun bergegas menuju puncak, waktu menunjukan pukul 13.25 WIB.
.
Di perjalanan kami dihadapkan dengan debu di sepanjang jalur yg membuat kami harus berhenti sejenak untuk menghela napas dan bergantian dengan pendaki yang turun. Tak terasa kami sampai di puncak Ciremai, rasa lelah, rasa haus semua hilang seketika tatkala kami di suguhi dengan pemandangan yang menakjubkan.
.
Satu jam kami di puncak tertinggi Jawa barat, kemudian kami mempersiapkan diri untuk turun gunung. Di sela kami bersiap-siap salah satu dari tim kami, Aah seorang Polisi Kehutanan melihat ada asap di bawah. “Itu ada asap dibawah sepertinya” kata Aah.
.
Kami melakukan pengecekan segera. Benar saja, setelah berjalan beberapa meter di bawah pos Sangga Buana 1 api mulai menjalar dari sisa api unggun yang di tinggal begitu saja oleh pendaki. Kemudian kami segera memadamkan api tersebut sampai benar-benar tidak ada bara lagi.
.
Perjalanan dilanjutkan menuju pos Pamerangan dimana tenda kami berada untuk bermalam.
.
Keesokan harinya kami bergegas merapihkan tenda dan tidak lupa membawa sampah dari sisa-sisa makanan kami.
.
#SobatCiremai perlu di ingat, hutan adalah ciptakan Tuhan untuk kita jaga dengan semestinya. Begitu banyak peran penting hutan untuk kehidupan kita.
.
Sayangi hutan, cintailah hutan, jaga hutan kita tetap lestari. Agar anak cucu kita dapat menikmatinya di kemudian hari.
.
[teks © Yaya Sutirya, Lili Suryadi & Aditya – BTNGC ; Foto © Awan Suwandi, Rudi | 082018]
.
#klhk
#ayoketamannasional
#gunungciremai
#pesonakuningan
#pendakiganteng
#pendakicantik
#jalurlinggarjati

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>