Masyarakat Ikut Pelihara Pal Batas TN Gunung Ciremai

2018-10-24-13-26-45
Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dikelilingi wilayah desa kabupaten Kuningan, Cirebon dan Majalengka, Jawa Barat. Ketiga wilayah tadi punya pengaruh multi dimensi terhadap gunung tertinggi di Jawa bagian barat ini. Oleh karenanya disebut daerah penyangga.


.
Sekat daerah penyangga dan TNGC ditandai oleh tanda batas yang disebut Pal Batas.
.
Pal Batas, suatu tanda pembatas kawasan hutan dengan areal penggunaan lain yang berbentuk silinder dan atau kotak memanjang terbuat dari beton rangka tulang besi. Ukurannya 10 x 10 x 130 centimeter yang ditanam 60 centimeter dan tampak diatas tanah 70 centimeter. Bagian atasnya sepanjang 20 centimeter di cat putih dan ditulisi huruf dan nomor pal.
.
Inventarisasi pal batas TNGC perlu dilakukan untuk memastikan apakah pal dalam kondisi bagus, bergeser atau hilang akibat faktor alam seperti iklim, “edafis” dan perbuatan manusia.
.
Selama lima hari sejak 4 hingga 8 Oktober 2018, Balai TNGC melalui Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Kuningan melakukan inventarisasi dan pemeliharaan batas di sekitar daerah penyangga.
.
Ahmad Fuad (46), Ketua Tim kegiatan tersebut mengatakan, “inventarisasi batas kawasan meliputi 300 pal yang terdapat di kecamatan Pasawahan mulai desa Paniis, Singkup, Pasawahan sampai Padabeunghar. Nomor pal TN 690 hingga TN 990″.
.
Sementara di tempat terpisah, Kahid (50), warga Pasawahan mengungkapkan keikutsertaan dirinya dan masyarakat lainnya dalam kegiatan ini.
.
“Pal Batas harus berada di posisinya. Tidak boleh bergeser apalagi rusak dan hilang agar ada kejelasan batas TNGC dan tanah milik”, ungkapnya saat ditemui sedang beraktifitas di kebun.
.
#sobatCiremai, cara melakukan inventarisasi pal batas cukup sederhana yakni dengan melakukan pengambilan ulang titik koordinat dengan bantuan ”Avenza Map” pada “smartphone”.
.
Pada aplikasi “smartphone” ini telah terdapat peta TNGC yang meliputi koordinat wisata alam, mata air dan Pal Batas. Masyarakat dan petugas hanya tinggal mengikuti “navigasi” ke arah “waypoint” Pal Batas tersebut.
.
Setelah menemukan pal yang dituju, “marking” ulang di atas pal tersebut sehingga memperoleh koordinat baru. Lalu bandingkan antara koordinat lama dan koordinat baru tadi. Jika titik tersebut berbeda, artinya pal bergeser dan pergeseran tersebut dapat dikatakan sebagai “jarak error”.
.
Besarnya “jarak error” akibat tutupan tajuk yang lebat di atas pal saat melakukan “marking” ulang sehingga sinyal sedikit terganggu.
.
#sobatCiremai, setelah inventarisasi, masyarakat dan petugas bersama-sama melakukan pemeliharaan Pal Batas dengan cara mengecat ulang tubuh pal, huruf dan nomornya.
.
“Terdapat sebagian kecil Pal Batas yang rusak dan hilang. Hal ini akan dilaporkan ke pimpinan untuk ditindak lanjuti”, tegas Ahmad Fuad.
.
Selain kegiatan ini rutin dilakukan Balai TNGC, masyarakat daerah penyangga pun kerap melakukan pemeliharaan Pal Batas secara sukarela.
.
“Bila menemukan pal yang miring atau berlumut, saya bersihkan dan kembalikan ke posisi tegak”, ujar Kahid.
.
#sobatCiremai, keberadaan Pal Batas yang sesuai pada posisinya sangat penting untuk kepastian hukum antara tanah milik dan TNGC. So, mari kita jaga keutuhan teritorial kedua wilayah tadi dengan tidak mengusik Pal Batas.
.
[teks © Andri Wahyu, foto © BTNGC | 102018]
.
#klhk
#ayoketamannasional
#gunungciremai
#inventarisasi
#pemeliharaan
#palbatas
#pesonakuningan
#pesonaindonesia
#wonderfulindonesia

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>