Kompak, Masyarakat Tolak Motor “Trail” Dan Perburuan Liar

IMG_20181204_182251_009


Kamis, 29 Nopember 2018 cuaca mendung akan segera turun hujan. Namun kondisi tersebut tidak menghalangi langkah kami untuk melakukan rutinitas sebagai Polisi Kehutanan (Polhut) Resor Perlindungan Hutan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Kuningan. Hari ini kami akan melakukan patroli darat yang dilanjutkan dengan kunjungan ke kelompok binaan kami.

Pukul delapan pagi, kami berangkat dari Markas Komando menuju daerah rawan perburuan di Blok Cileutik, desa Pasawahan. Tiba di lokasi, kami bertemu dengan kelompok masyarakat yang kebetulan sedang melakukan patroli secara mandiri.

IMG_20181204_182251_007

Mudiah, ketua kelompok masyarakat binaan menyampaikan, “Dua hari sebelumnya kami telah menghadang kelompok motor “trail”. Penghadangan ini bukan tanpa alasan, sikap pengendara yang arogan, kebisingan suara motor yang luar biasa serta merusak akses jalan di batas Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dengan perkampungan”.

Lantas Dadan, Kepala Resor Perlindungan Hutan yang memimpin patroli pagi itu menyampaikan ucapan terima kasih kepada kelompok masyarakat Cileutik. “Peran serta yang sangat luar biasa yang ditunjukan kelompok ini telah membantu kami khususnya dalam menegakkan aturan yang berlaku”, tegas Dadan.

Sebagai perwujudan “sinergitas” dengan masyarakat, kami bersama-sama memasang spanduk menolak aktifitas motor “trail” dan perburuan liar di TNGC.

Pemasangan spanduk dilakukan pada pintu-pintu masuk TNGC. Hal ini sebagai upaya “preemtif” yang kami lakukan. Selanjutnya upaya yang dilakukan yakni “preventif” dan tidak menutup kemungkinan upaya “represif” dilakukan untuk menghentikan kegiatan yang merugikan tersebut.

“Sinergitas” atau kekompakkan dengan masyarakat adalah program utama kami yang menumbuhkan rasa cinta didasari ketulusan hati untuk menjaga dan melestarikan gunung Ciremai dengan menegakkan aturan yang berlaku.

#sobatCiremai, motor “trail” dengan ban yang sangat ‘mengigit’ permukaan tanah dan batu berpotensi memporak porandakan bentang alam. Sedangkan suara bising “knalpot trail” sangat mengganggu ketenangan kehidupan satwa liar dan masyarakat setempat. Demikian pula dengan perburuan liar yang tak jauh beda memberikan efek buruk terhadap kelestarian satwa liar.

Kita tahu, mengendarai motor “trail” di jalan hutan berbatu atau berburu binatang memang menawarkan pengalaman yang mengasyikan. Namun sobat mesti ingat, kedua aktifitas tadi dapat merusak keutuhan ekosistem. So, mari kita salurkan “hobi” atau kegemaran secara baik dan benar demi kelestarian alam gunung Ciremai.

[teks & foto © Oman Depe - BTNGC | 2018]

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>