Meriahkan Festival Gunung Ciremai, Dharma Wanita Persatuan TN Gunung Ciremai adakan Lomba Mewarnai

IMG_20181212_171815_065

Festival Gunung Ciremai merupakan unjuk perpaduan sinergitas perwujudan ekologi, sosial budaya dan ekonomi antara Gunung Ciremai dengan daerah penyangga kawasan pada khususnya dan komponen masyarakat luas di luar daerah penyangga. Selain itu, FGC merupakan bentuk rasa syukur komponen masyarakat kepada Tuhan YME atas karunia dan berkah gunung ciremai serta diharapkan menjadi ajang silaturahmi semua komponen masyarakat yang merasa memiliki karunia atas gunung tertinggi di tanah priangan ini.

IMG_20181212_171815_063

Digagas oleh Balai TNGC, bersama mitra kelompok pengelola wisata alam, kelompok seni dan budaya Kab Kuningan dan Majalengka, Pemerintah Daerah Kab Kuningan dan Majalengka, dan stakeholder lainnya, pagelaran Festival Gunung Ciremai akan dilaksanakan pada tanggal 22-23 Desember 2018 di Bumi Perkemahan Palutungan.

Gempita dirasakan Dharma Wanita Persatuan Balai TNGC yang merupakan wadah perkumpulan istri dan karyawati Balai TNGC. Dalam memeriahkan Festival Gunung Ciremai akan diadakan lima kegiatan yaitu lomba mewarnai, lomba menggambar caping, ecobrick, dan pelatihan pengolahan sampah non organik.

RabuRabu (12/12) tadi pagi, merupakan hari yang menggembirakan. Sebanyak 81 pelajar tingkat TK dan SD dari 17 sekolah sekitar Manislor, Maniskidul, Jalaksana, Cilimus, Bandorasa, Sadamantra, dan Cisantana ikut serta dalam lomba mewarnai. Lomba mewarnai ini dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok A (TK dan SD kelas 1-3) dan kelompok B (SD kelas 4-6).

Dibuka oleh Kepala Balai TNGC, Kuswandono apresiasi dan bangga atas animo siswa/i dalam mengikuti lomba mewarnai. Sempat berbincang dengan para peserta dan memberikan souvenir boneka macan Tutul kepada salah satu peserta. “Hayo, siapa yang bisa jawab, ada satwa apa di logo Taman Nasional Gunung Ciremai”? Tanyanya. Serentak sebagian peserta angkat tangan dan yang berkesempatan maju kedepan bernama Adi dari SDN 3 Cisantana. “Macan Tutul” jawabnya.

Sebelum dimulai mewarnai, Ka Ila juga mendongeng tentang pentingnya hutan kepada siswa/i. “Tuh kan kalau hutan kita tidak dijaga, banjir longsor lambat laun akan terjadi” ceritanya. Sambil bercerita, peserta mulai mewarnai.

Antusiasme terlihat dari goresan pinsil warna dan crayon peserta. Lima karya terbaik dari masing-masing kelompok akan mendapatkan paket perlengkapan sekolah, paket dari Tupperware dan souvenir TNGC. Pemenang akan diumumkan pada hari minggu (23/12), tepat pada acara penutupan Festival Gunung Ciremai.

#sobatciremai, merekalah generasi penerus bangsa ini yang harus mencerminkan sebagai bangsa yang beradab dengan sikap, perbuatan dan ucapan yang baik. Terutama terhadap lingkungan sekitar. Hutan yang telah menjadi sandaran kehidupan manusia harus lebih diperhatikan.

Keberadaan hutan memberikan ruang kehidupan bagi makhluk hidup, terutama dalam menjaga dari segala bencana. Kebayangkan ya sobat apabila hutan kita rusak, banjir dan longsor pun akan melanda. Kalau sudah begitu, tak hanya kerugian materi tapi namun juga kehidupan sosial dan ekonomi.

Yuk sama-sama kita jaga hutan dan lingkungan kita, mulai dari keluarga sendiri. Pastikan anak-anak kita memahami bahwa lingkungan ini perlu dijaga, karena kalau sudah terbiasa sedari kecil sampai dewasa pun akan terbiasa.

[Teks & Foto © Nisa syachera – BTNGC | 122018]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: