Meriahnya “Opening Ceremony” Festival Gunung Ciremai



Festival Gunung Ciremai (FGC) berlangsung meriah. Kegiatan yang berpusat di bumi erkemahan (buper) Palutungan desa Cisantana, Cigugur, Kuningan, Jawa Barat dipenuhi ratusan wisatawan domestik (22/12).

Festival ini merupakan perpaduan antara unsur alam dan budaya. Contohnya pada saat pelepasan pendaki dan penyambutan tamu. Nuansa adat Sunda mengiringi dua sesi tersebut.

Untuk pendakian, tidak kurang 100 pendaki dari berbagai kelas umur dilepas menuju puncak Ciremai. Mereka akan kembali esok harinya setelah mencapai kaldera Geger Halang.

Tepat pukul sepuluh pagi, Direktur Kemitraan Lingkungan Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kemitraan Lingkungan, Jo Kumala Dewi membuka acara tahunan ini dengan bunyi angklung. Sebelumnya para tamu undangan disambut dengan upacara adat Sunda yang di iringi musik gamelan.

Dalam sambutanya, Jo berpesan, “Bila kita menjaga alam, maka alam pun akan menjaga kita”.

Sementara Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menyampaikan, “Ini adalah festival dari, oleh dan untuk semua kalangan”.

Hadirin tamu undangan beserta pemirsa yang hadir tampak sumringah. Senyum manis dan tawa bahagia bermunculan dari sudut bibir mereka.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Balai TNGC bersama emerintah daerah Kuningan dan Majalengka, seniman serta Masyarakat Pengelola Gunung Ciremai (MPGC).

Festival ini adalah satu rangkaian. Mulai dari Festival Pariwisata Alam, Festival Seni dan Budaya, Kemah Konservasi Masa Kini, Sepeda Jelajah Nusantara, Ciremai Festival Run, Donor Darah, Lomba Mewarnai dan masih banyak lagi.

Sobat, kemeriahan FGC masih berlanjut sampai besok (23/12). Rugi loh kalau tidak menyaksikan acara ini. Apalagi banyak hadiah “doorprize” yang menanti, jika mampu menjawab kuis dan lomba. So, ayo datang ke FGC 2018.

[teks & foto © Dwi S – BTNGC | 2018]

.

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: