Uniknya Perilaku Lutung Makan di Palutungan

2018-12-13-11-30-25
.
#sobatCiremai pasti sudah tak asing dengan nama Palutungan kan?. Ya, Palutungan yakni satu diantara empat jalur pendakian menuju puncak gunung Ciremai. Palutungan mudah di gapai dari desa Cisantana, Cigugur, Kuningan, Jawa Barat.


.
Jalur ini menyajikan pemandangan beragam mulai kebun sayur di luar taman nasional, hutan pinus peninggalan Perhutani, hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan yang khas. Selain pemandangan yang indah, bila beruntung kita dapat bertemu dengan lutung Jawa (Trachypithecus auratus) di jalur ini. Sobat tentu ini menarik, mengamati kehidupan lutung langsung di alam.
.
Lutung Jawa adalah “primata arboreal” yang artinya sebagian besar hidupnya berada di pohon. Umumnya monyet dalam legenda “Lutung Kasarung” ini hidup berkelompok dengan satu jantan dan banyak betina. Kelompok seperti itu disebut “one male”.
.
Kelompok satwa ini juga beranggota anakan remaja jantan dan betina. Untuk jantan remaja, saat mendekati dewasa akan diusir dari kelompok dan membentuk kelompok baru dengan jantan terusir lainnya.
.
Monyet yang termasuk “subfamily Colobinae” ini mempunyai sistem pencernaan yang unik. Keistimewaan pencernaan lutung terdapat pada lambung yang dapat mencerna makanan yang mengandung banyak “selulosa” atau serat. Oleh karena itu, umumnya mereka mengkonsumsi pakan yang beragam.
.
Namun kemarin (8/12) di satu titik jalur pendakian Palutungan kami bertemu dengan kelompok “all male” loh. Kelompok tersebut hanya terdiri dari dua individu jantan saja. Mirisnya mereka hanya punya wilayah jelajah hutan pinus bercampur kaliandra serta sedikit hutan alam. Ini berarti mereka hanya memiliki sedikit pilihan menu pakan seperti daun muda dan bunga.
.
Mestinya lutung juga mengenyam pakan dari banyak jenis tumbuhan seperti buah dan biji. Tercatat Haripingku (Dysoxylum densiflorum) adalah salah satu makanan favoritnya. Selain itu, sumber pakan lutung adalah Hantap (Sterculia oblongata), Kigambir (Uncaria gambir), Nangsi (Villebrunea rubescens, Kiara (Ficus globosa), Hamirung (Vernonea arborea), Mara (Macaranga tanarius), Tisuk (Hibiscus macrophyllus), Saninten (Castanopsis argentea) dan Kiara Koneng (Ficus annulata).
.
Lalu bagaimana cara primata ini menyantap hidangannya?. Saat makan, lutung menggunakan dua cara. Pertama, mengambil makan dengan satu tangan sedangkan tangan lainnya berpegangan di dahan. Kedua, mengambil makanan langsung dengan mulutnya. Nah sobat, unik kan perilaku makan lutung Jawa?.
.
Meskipun lutung yang terjumpai hanya mengkonsumsi pakan yang kurang variatif akibat kondisi wilayah jelajah habitatnya, namun tak mengapa. Sebab yang terpenting mereka masih mendapatkan asupan pakan yang cukup baik.
.
#sobatCiremai, lutung termasuk salah satu primata terancam punah di Taman Nasional Gunung Ciremai. Oleh sebab itu, kita mesti menjaga keberadaan lutung. So bagi pendaki jalur Palutungan, ayo tetap jaga keutuhan pepohonan sekitar jalur demi ketersediaan pakan lutung.
.
[teks, foto & video © Dwi Suryana – BTNGC | 122018]
.
#klhk
#ayoketamannasional
#gunungciremai
#lutung
#savefauna
#pendakianpalutungan
#fgc2018
#festivalgunungciremai
#pesonakuningan
#pesonaindonesia
#wonderfulindonesia

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: