Keistimewaan Garis Lurus Ciremai – Keraton Kasepuhan Cirebon – Pantura?


“Believe or not” bila kita tarik garis khayal via “google map” dari puncak gunung Ciremai ke Keraton Kasepuhan Cirebon hingga pantai utara Jawa (Pantura), maka terbentuklah sebuah garis lurus. Entah ini kebetulan semata atau mungkin ada makna tersembunyi dari tiga benda yang berjajar ini.
.
Memang belum ditemukan dokumen sumber tentang keterkaitan tiga benda tersebut. Namun kita bisa ‘menerawang’ melalui peninggalan masa lalu dan pengetahuan masa kini sehingga dapat menjabarkannya.
.
#sobatCiremai, pengelolaan gunung Ciremai berpedoman pada tiga prinsip yakni kelola ekologi, sosial budaya dan ekonomi. Ketiga prinsip tersebut memiliki keterkaitan yang erat dan saling mempengaruhi. Nah, trilogi prinsip tersebut tampaknya punya ‘benang merah’ dengan garis lurus #Ciremai – #KeratonKasepuhan – #Pantura. Yuk kita simak!.
.
Pertama, gunung Ciremai, ekologi hulu kawasan #Cirebon, #Indramayu, #Majalengka dan #Kuningan (Ciayumajakuning). Gunung tertinggi di Jawa bagian barat ini memang punya keanekaragaman hayati yang masih terjaga kelestariannya. Kondisi lestari tersebut tentu berdampak positif terhadap wilayah sekitarnya. Satu dampak positif yang dapat kita saksikan ialah pemanfaatan jasa lingkungan hutan konservasi yakni wisata alam. Ya, aktifitas wisata alam telah mampu memperbaiki sosial budaya seperti alih profesi dari perambah hutan menjadi pengelola wisata. Hebatnya lagi, wisata alam bisa menopang roda ekonomi masyarakat setempat.
.
Kedua, Keraton Kasepuhan Cirebon sebagai pembina kelola sosial budaya. Masa kini, keraton berfungsi sebagai lembaga pemangku kebudayaan masyarakat sekitarnya. Nah, seni dan budaya keraton berperan penting dalam membina hubungan manusia dengan alam. Oleh karenanya, kebudayaan keraton Kasepuhan memiliki relasi erat dengan konservasi alam yakni laut Jawa dan gunung Ciremai.
.
Khusus di gunung Ciremai, leluhur ningrat Cirebon banyak memperdalam ilmu kanuragan di beberapa lokasi. Terbukti dengan banyaknya petilasan yang menjadi saksi bisu. Misalnya, Lingga Yoni petilasan Pangeran #Cakrabuana di desa #Linggasana, #Cilimus, Kuningan dan di bumi perkemahan #Panten, #Argalingga, #Argapura, Majalengka. Ada pula petilasan Sunan Gunung Jati yaitu jalur pendakian legendaris Wali Sanga di desa #Linggajati, Cilimus, Kuningan.
.
Pada era modern ini, keraton juga punya fungsi daya tarik wisata sejarah yang ramai peminatnya terutama saat perayaan
.
Ketiga, Pantura sebagai kelola ekonomi hilir. Sejak zaman Prabu #Siliwangi, Pantura Cirebon adalah satu dari tiga pelabuhan internasional kerajaan #Pajajaran. Kapal layar dari berbagai bangsa membuang jangkar di pelabuhan Cirebon untuk keperluan niaga. Orang #Arab, #Tiongkok dan #Eropa hilir mudik di pelabuhan ini. Pedagang lokal menjajakan hasil bumi yang berasal dari sekitar gunung Ciremai. Sedangkan saudagar asing menjual kain sutra dan alat teknologi.
.
Demikian juga pada masa kesultanan Pakungwati, Cirebon tetap jadi kota pelabuhan yang ramai. Tak heran bila pada masa keemasannya, Cirebon menjadi pusat perekonomian yang pesat.
.
Jadi, dalam hubungan Ciremai-Keraton Kasepuhan Cirebon-Pantura terdapat makna keselarasan tata kelola hulu hingga hilir untuk meraih kesejahteraan bersama. Nah, hubungan tersebut berjajar lurus bak garis. Lantas inikah keistimewaan yang dimaksud?.
.
#sobatCiremai, secara religius, garis lurus berarti jalan yang diridhoi oleh Yang Maha Kuasa yakni “shirathal mustaqim”. So, mari kita jemput berkah dari Ciremai dengan kesampingkan ego sektoral. Lalu tempuh jalan lurus untuk mewujudkan #Ciayumajakuning yang istimewa.
.

[teks © Gandi, Dwi S, Rudi & Adit, image © BTNGC & Google | 012019]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: