Etnobotani Dan Potensi Tumbuhan Berguna Di Taman Nasional Gunung Ciremai, Jawa Barat

ABSTRAK

Kehidupan masyarakat di sekitar TNGC mempunyai interaksi yang sangat erat dengan sumberdaya alam yang ada di sekitarnya. Salah satunya adalah interaksi yang berhubungan dengan pemanfaatan tumbuhan (etnobotani). Pendokumentasian pengetahuan etnobotani masyarakat TNGC penting dilakukan agar pengetahuan masyarakat TNGC dalam pemanfaatan tumbuhan tersebut tidak hilang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan tumbuhan oleh masyarakat di sekitar TNGC (etnobotani) dan mengetahui potensi tumbuhan berguna di kawasan TNGC. Kajian etnobotani dilakukan dengan wawancara dan untuk mengetahui potensi tumbuhan berguna di kawasan TNGC dilakukan dengan analisis vegetasi. Hasil penelitian menunjukan jumlah spesies yang ditemukan dari kajian etnobotani diperoleh sebanyak 131 spesies dari 62 famili. Penggunaan tumbuhan yang paling banyak adalah tumbuhan obat 37 spesies. Jumlah spesies tumbuhan yang ditemukan dari hasil analisis vegetasi di kawasan TNGC diperoleh sebanyak 99 spesies dari 43 famili. Untuk spesies tumbuhan berguna terbanyak yaitu tumbuhan untuk bahan bangunan 14 spesies. Tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat dari 131 spesies itu tidak semua berasal dari dalam kawasan. Spesies yang dimanfaatkan masyarakat dan spesies tersebut tidak berada di dalam kawasan TNGC yaitu 113 spesies, sedangkan tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat dan tumbuh di dalam kawasan TNGC sebanyak 18 spesies. Semua tumbuhan yang diperoleh dari hasil etnobotani dan hasil analisis vegetasi didapat 10 spesies unggulan yang dapat dikembangkan oleh masyarakat sekitar kawasan TNGC, diantaranya spesies unggulan yang lebih berpotensi untuk dikembangkan yaitu nilam (Pogostemon cablin) sebagai bahan aromatik dan menjadi bahan baku pembuatan parfum dan anggrek tanah bunga kuning (Phaius flavus) untuk tumbuhan hias. Spesies-spesies unggulan ini jika dibudidayakan dan dikembangkan secara lestari diharapkan dapat membantu pendapatan masyarakat di sekitar TNGC.

Kata kunci : etnobotani, analisis vegetasi, tumbuhan berguna, lestari.

ABSTRACT

The people around TNGC have a very close interaction with the surrounding natural resources as can be seen when they deal with the use of plants (ethnobotany). Documenting the people’s knowledge in TNGC ethnobotany is especially important so that the knowledge of TNGC people in the use of these plants can be preserved. This study aimed to identify the use of plants by the people around TNGC (etnobotany) and to find out the potential of useful plants in the TNGC region. Ethnobotany study was conducted by interviews and the potential of useful plants in the TNGC region was learned through a vegetation analysis. The number of species obtained from the ethnobotany results was 131 species and 62 families. Medicinal plants were among the much used reaching 37 species. The number of spesies obtained from the results of vegetation analysis was 99 plant spesies and 43 families residing in the TNGC area. The most useful plant species were plants producing buildings as many as 14 species. Out of 131 plant that were used by community, many them were not be found in the area of TNGC reached 113 species, whereas plants that were aas many as 18 species. Of all the plants obtained from the ethnobotany results and vegetation analysis, 10 superior species can be develoved by communities around the TNGC area, for example, nilam (Pogostemon cablin) as aromatic material and raw material for the manufacture of perfume and ground orchids with yellow flowers (Phaius flavus ) for ornamental plants. These superior species if well-cultivated are expected to help TNGC community improve their income.

Key words: ethnobotany, vegetation analysis, useful plants, sustainable.

Riset Lainnya
Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: