Identifikasi Sumber Pakan Kelelawar Pemakan Buah Dan Nektar Sub Ordo Megachiroptera Berdasarkan Analisis Pollen Di Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai

ABSTRAK

Kelelawar pemakan buah dan nektar memiliki peranan yang sangat penting yaitu dalam membantu terjadinya penyerbukan bagi tumbuhan berbunga serta penyebaran biji. Sekitar sepertiga dari populasi kelelawar di seluruh dunia tergantung hidupnya pada buah-buahan dan nektar bunga. Di daerah tropis kira-kira terdapat 300 tanaman yang pembuahannya tergantung kelelawar dan diperkirakan 95% regenerasi hutan dilakukan oleh kelelawar jenis pemakan buah dan nektar. Pada proses penyerbukan kelelawar berperan membawa pollen yang menempel di sekitar mulutnya kepada bunga lain yang dikunjunginya. Selama ini informasi mengenai karakteristik polen jenis sumber pakan kelelawar masih terbatas. Oleh karena itu dilakukan penelitian karakteristik polen dari setiap jenis tanaman yang dikonsumsi kelelawar. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tumbuhan sumber pakan kelelawar pemakan buah dan nektar di Taman Nasional Gunung Ciremai berdasarkan karakteristik polen.

Pengambilan data tahap pertama dilaksanakan di Taman Nasional Gunung Ciremai pada tanggal 15 Mei – 12 Juni 2007 dan identifikasi polen dilaksanakan di Laboratorium Peningkatan Mutu Kayu Departemen Hasil Hutan pada tanggal 1 Juli – 28 Agustus 2007. Berdasarkan hasil pengolahan identifikasi pollen terdapat 21 jenis dari 14 suku tumbuhan sumber pakan yang terdapat disaluran pencernaan kelelawar. Data yang digambarkan berdasarkan analisis komponen utama sebesar 77,70% yang berasal dari tiga buah faktor yang digunakan. Faktor pertama (42,83%) menggambarkan pengaruh tipe habitat, faktor kedua (24,32%) menggambarkan ketinggian tempat dan faktor ketiga (10,57%) menggambarkan tipe bunga. Berdasarkan analisis niche overlap diketahui jenis Cynopterus brachyotis memiliki nilai niche overlap terbesar terhadap Macroglossus sobrinus (0,853). Pada kelelawar Cironax melanocephallus jantan dengan kelelawar Cironax melanocephallus betina dan Aethalops alecto betina tidak terjadi overlap. Hal ini menunjukkan antara ketiganya tidak terdapat sumber pakan yang digunakan secara bersama. Tingkat kesamaan yang terjadi antara setiap jenis berdasarkan jenis tumbuhan adalah sebesar 63%, dan tingkat kesamaan yang terjadi pada individu jantan dan betina adalah sebesar 74,10%.

Kesimpulan dari hasil penelitian adalah identifikasi 21 jenis tumbuhan yang berasal dari 14 suku tumbuhan. Kelelawar pemakan buah dan nektar di TNGC memiliki peluang sebagai penyerbuk bunga dan penyebar biji.

ABSTRACT

Frugivorous and nectarivorous bat play an important ecological role as seed dispersers and pollinators. Each of three equal part of bat population around the world is depend on fruit and nectar. In the tropical forest almost 300 vegetation fertilization and 95% forest regeneration rely on frugivorous and nectarivorous bat. Bats can be pollinator agents, the bats may carry the fruit and pollen some distance from the parent tree to another tree. While the bat pollen dietary resources are lack of information. By this reason I tried to study dietary resources of frugivorous and nectarivorous bat based on pollen analysis. The aim of this research is to identify the frugivorous and nectarivorous bat species in Gunung Ciremai National Park and plant identification based on pollen that is eaten by bats.

Preliminary study was conducted at Gunung Ciremai National park on 15th of May to 12th of June 2007 and pollen identified was carried out at Wood Physic Laboratory, Forest Product Department on 15 of July to 28″ of August 2007. Based on the pollen analysis, 21 vegetation species from 14 families was identified which found in bat digestion system. Principal component analysis explain 77,70% of the total number variance from three factors which are habitat type or Factor 1 (42.83%), altitudinal range or Factor 2 (24.32%) and flower type or Factor 3 (10.57%). Niche overlap analysis showed that Cynopterus brachyotis has larger overlap niche value with Macroglossus sobrinus (0,853). There is no overlap niche among Cironax melanocephallus male, Cironar melanocephallus female and Aethalops alecto female. It means that no food resources were used together among them.

The conclusion from the research is 8 frugivorous and nectarivorous bat species was found at east side of Gunung Ciremai National Park (Linggarjati). Based on pollen analysis, 21 vegetation species from 14 families were identified as frugivour and nectarivour bats dietary resources. The bats of Gunung Ciremai National Park show the potential seed dispersers and pollinator for some vegetation in study area.

Riset Lainnya
Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: