“Quick Response” Perburuan Satwa Liar Gunung Ciremai

Polisi Kehutanan (Polhut) saat ini terus berupaya melakukan “quick response” terhadap laporan masyarakat tentang perburuan. Kerapnya laporan tersebut menunjukan perburuan semakin marak terjadi di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) wilayah Kuningan.

Untuk melakukan tindakan penangkapan, perlu adanya kesiapsiagaan dan kematangan dalam bertindak. Selain itu, memerlukan prosedur serta perlengkapan lain termasuk senjata api dan perbekalan. Itu mutlak ada karena memburu para pemburu perlu taktik dan strategi yang jitu serta kondisi fisik yang prima.

Respon masyarakat sekitar kawasan saat ini dengan cara melaporkan setiap tindak pidana kehutanan (tipihut) menandakan mereka mulai mengerti dan sadar. Hutan dan segala sesuatu yang terkandung di dalamnya, baik itu flora maupun faunanya penting bagi kita.

Para pemburu biasanya bergerak pada waktu hari libur atau hari tertentu. Saat ada tenggang waktu jeda patroli, misalnya pada hari jumat. Mereka berangkat saat Polhut melakukan solat jumat dan keluar pada malam hari.

Memang saat ini ada berbagai “modus” berburu yang dilakukan. Paling konvensional yakni berburu dengan menggunakan anjing. Biasanya anjing berperan utama dalam perburuan ini. Buruan akan digiring pada alat yang dinamakan “porog” dan perburuan ini mudah dideteksi keberadaannya. Kemudian ada pula berburu dengan menggunakan senapan angin, menjerat, menjaring (mukat), memikat dan mengelem (ngaleugeut).

Satu lagi, masyarakat sering melaporkan perburuan dengan menggunakan senjata api. Tahukan sobat para pemburu itu siapa?. Tidak lain dan tidak bukan adalah para oknum dengan alasan hobi.

“Kami Polhut tidak takut dan gentar dalam mencegah dan menanggulangi tipihut di dalam kawasan”, ungkap Apo, Koordinator Polhut.

Dalam penindakan, Polhut juga tak akan pandang bulu. “Siapapun itu, ketika terbukti melakukan tipihut akan kami tangkap dan proses”, tutupnya.

#sobatCiremai, perburuan sangat merusak proses rantai makanan ekosistem. Nah bila sobat menemui pemburu di hutan gunung Ciremai, bisa langsung menghubungi “call center” kami atau melaporkan ke resor terdekat. Jangan ragu ya sobat!. So, mari kita tetap jaga Gunung Ciremai dengan segala isinya.

[Teks & foto © Yaya S- BTNGC | 022019]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: