Jeniper Yang Bikin Baper

Kesegaran terasa mengalir di kerongkongan saat merasakan minuman yang satu ini. Iya, inilah Jeniper, minuman khas Kuningan, Jawa Barat.

Jeniper merupakan akronim dari jeruk nipis peras. Yup, memang sebuah nama unik bagi minuman yang berasal dari daerah. Sobat mau tahu banyak tentang Jeniper?. Yuk kita simak!.

Ternyata sari jeruk nipis sudah ada sejak 1996. Berawal dari percobaan selama setahun yang dilakukan oleh Kardono Sastrasuhadja untuk membuat minuman dari sari jeruk nipis. Berkat kegigihannya lahirlah formula yang cocok untuk menghasilkan sari jeruk nipis yang pas.

Awalnya formula tersebut dipakai oleh beberapa pelaku usaha di Kuningan. Namun kurang diminati konsumen. Melihat ciptaannya bernasib demikian, Kardono bersama istrinya, Tien mengembangkan ulang industri di kediamannya. Kemudian mereka memberi label Jeniper.

Penamaan Jeniper terhadap produk ini merupakan ide jenius. Namanya berbau kebule-bulean namun tetap melekatkan unsur kedaerahan yang khas dengan masyarakat Sunda.

Perjuangan dua sejoli tersebut berhasil. Kini Jeniper sudah menjadi ikon minuman di kaki gunung Ciremai dan juga salah satu minuman kebanggan Indonesia.

Sobat, ada dua jenis Jeniper yang bisa kita dapatkan sebagai oleh-oleh. Pertama, kemasan langsung diminum dan yang kedua, kemasan sirup.

Untuk kemasan langsung minum, bentuknya adalah botol berukuran 120 mililiter. Kemasan ini tentu bisa kita minum langsung dari botolnya ya sobat.

Sedangkan untuk kemasan sirup, ukuran tiap botolnya 650 mililiter. Cara minumnya sama seperti sirup. Tuangkan sedikit sirup pada gelas, lalu tambahkan air secukupnya. Lebih mantap lagi bila kita tambahkan es batu. Wih, seger!.

Selain sebagai minuman segar, rupanya Jeniper juga punya khasiat bagi tubuh. Vitamin C yang terkandung dalam Jeniper dapat membantu menyeimbangkan asam lambung, meningkatkan sistem imun, mengembalikan kebugaran, mengobati panas dalam dan sariawan, memperlancar pencernaan, dan menurunan kadar kolestrol.

#sobatCiremai, penasaran ingin menenggak Jeniper?. Nah, dari pada “ngaruy ciduh” atau ngiler mending langsung saja meluncur ke Kuningan. Sebab menyeruput Jeniper pasti terasa baper bila sambil berwisata alam di gunung Ciremai.

So, ayo kita cintai kuliner tradisional untuk menyokong usaha lokal yang mampu menguatkan perekonomian nasional.

[Teks © Tim Admin, Foto © @jeniperofficial-BTNGC | 032019]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: