Begini Meriahnya Pareresan, Warisan Budaya Situ Sangiang


.
Alunan kecapi mengiringi “Pareresan” pagi ini (1/4). Acara yang menjadi hajat tahunan tersebut rutin diselenggarakan di wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Majalengka. Hajat ini merupakan bentuk rasa syukur kepada Tuhan terhadap panen hasil bumi. Ini adalah bentuk budaya masyarakat agraris sekitar lokasi wisata alam situ Sangiang, desa Sangiang, Banjaran, Majalengka, Jawa Barat.
.
Budaya turun temurun ini sudah menjadi tradisi sejak lama. Tahun ini, tercatat 12 desa sekitar situ Sangiang mengikuti pesta panen ini. Bahkan datang pula tokoh nasional, T.B. Hasanudin, wakil bupati Majalengka, Tarsono D Mardian, Dinas Pariwisata Majalengka, dan unsur pemerintah daerah Majalengka lainnya.
.
Lebih dari 2000 orang mengikuti pesta ini. Tidak hanya menyaksikan, masyarakat juga membawa hasil buminya yang dirangkai sedemikian rupa, mirip “grebeg maulud” pada budaya Jawa.
.
“Pesta rakyat ini diawali dengan berziarah dan berdoa bersama di makam Sunan Parung, penyebar agama Islam di wilayah situ Sangiang. Ini sebagai wujud penghormatan terhadap leluhur yang membangun kawasan tersebut”, ungkap Jaja Suharja, Kepala SPTN Wilayah II Majalengka.
.
Setelah berziarah kemudian iring-iringan acara menuju ke situ. Di sini peserta pesta, mencuci kaki dan tangan serta membasuh muka. Selain itu, pengunjung juga memberi makan ikan dan membawa air telaga. Konon hal itu dapat menambah keberkahan dan keselamatan.
.
#sobatCiremai, Pareresan adalah pesta rakyat yang menjadi warisan budaya tanah Pasundan sekitar kaki gunung Ciremai. So, sebagai generasi muda kita wajib meneruskan dan melestarikannya.
.
[Teks & Foto © Tim Admin, Foto-BTNGC | 032019]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: