Cerita Lebaran Dari Gunung Ciremai


.
Bacaan “takbir”, “tahmid”, dan “tahlil” menggema di seluruh penjuru dunia sejak matahari terbenam kemarin hingga matahari terbit tadi pagi (5/6).
.
Ya, semua insan bergembira menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh menunaikan kewajiban di bulan Ramadan.
.
Kaum “urban” berjubel mudik ke kampung halaman di seantero kaki gunung Ciremai. Seakan tak mau kalah, para perantau yang datang ke bumi timur Parahyangan pun beranjak ke kampung asalnya.
.
Nah, “Barudak Rantau Kuningan Sunda” yang biasa disingkat Barakuda adalah kumpulan warga Kuningan, Jawa Barat yang merantau ke berbagai daerah Indonesia.
.
Sebagian besar dari mereka memilih niaga sebagai usaha. Tapi ada pula yang menjadi pegawai, buruh, seniman, dan profesi lainnya.
.
Mereka umumnya membuka warung makan. Ya, Burjo namanya.
.
Burjo adalah warung makan sederhana yang menjajakan Bubur Kajang Ijo sebagai menu utama. Namun ada pula aneka menu khas anak kost seperti kopi, gorengan, dan nasi telur mata sapi.
.
Biasanya mereka mudik setahun sekali pada saat lebaran dengan membawa segudang cerita sukses dan atau cerita duka. Tapi rupanya cerita kesuksesan lebih banyak menghampiri mereka. Terbukti pasca lebaran, semakin banyak anggota baru mereka yang ingin menaklukan ibu kota.
.
Sementara itu, kaum perantau dari berbagai daerah lain berdatangan ke Kuningan. Tak jauh berbeda dengan Barakuda, mereka pun mengais rezeki dari usaha yang hampir sama.
.
Banyak di antara perantau ini yang mudik dan atau perantau lain yang datang ke Kuningan merasa kagum akan kemajuan kabupaten ini terutama dari sektor pariwisata alamnya.
.

sobatCiremai, perantau ialah pemberani yang bertekad membawa kejayaan saat pulang kelak. Tapi alangkah lebih baik bila kita berusaha membangun “lemah cai” (tanah air, red) kita sendiri. Sebab dengan itu, kita akan menjadi tuan rumah di tanah pusaka milik kita.

.
Kita tahu, tujuan utama geliat pengelolaan wisata alam gunung Ciremai yakni untuk kesejahteraan masyarakat sekitarnya. Tak hanya dari penjualan tiket belaka, namun juga dari pendukung wisata alam seperti jasa kuliner dan penginapan serta jasa lainnya.
.
So, mari kita bangun pengelolaan gunung Ciremai menuju wisata alam kelas dunia.
.
Selamat Hari Raya Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin.
.
[Teks © Tim Admin-BTNGC | 062019]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: