“Cystorchis aphylla”, Si Pentul Korek Patut Mendapat “Respect”



Sobat Ciremai, jika mendengar kata anggrek biasanya kita akan membayangkan tumbuhan yang punya bunga indah dan banyak dipelihara serta dibudidayakan sebagai tanaman hias. Yang ini beda loh sobat!. Kali ini kita akan berkenalan dengan salah satu jenis anggrek unik di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), yang secara kasat mata jauh dari bentuk sebuah tanaman hias namun memiliki peran sangat penting untuk menjaga kelestarian ekosistem.
.
Anggrek pentul korek, sebutan yang disematkan oleh Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) TNGC, yang mungkin Sobat Ciremai setuju setelah melihat penampakannya. Anggrek ini bernama ilmiah “Cystorchis aphylla”. Jenis tersebut sering dijumpai di lantai-lantai hutan yang lembab pada ketinggian 600-1.700 meter diatas permukaan laut (mdpl).
.
Bentuk batangnya tunggal berwarna coklat dengan bunga berwarna putih. Biasa akan berbunga sekitar bulan September. Tingginya dapat mencapai 15 centimeter (cm).
.
Dibalik penampilan sederhananya, anggrek tersebut berperan penting dalam perputaran energi di ekosistem hutan TNGC yakni sebagai tumbuhan safropit.
.
Tentu sobat sudah mahfum tumbuhan safropit kan?. Ya, tumbuhan yang tidak memiliki klorofil sehingga hidup dari hasil perombakan atau pelapukan jasad organisme lainnya.
.
Proses penguraian tersebut selain untuk nutrisi bagi dirinya sendiri, juga menghasilkan bahan organik yang bermanfaat bagi organisme lain. Sehingga perputaran nutrisi dan energi di ekosistem tetap berlangsung.
.
Nah #sobat Ciremai, menarik bukan?. Mumpung masih liburan, ayo ke gunung Ciremai. Tentu banyak hal baru lain setelah satu bulan hutan TNGC beristirahat dan menyehatkan ekosistemnya.
.
[Teks & foto © Robi-BTNGC | 062019]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: