Silaturahmi Masyarakat Perhutanan Sosial Dan Kemitraan Lingkungan


Kamis (20/6), Direktorat Kemitraan Lingkungan, Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan, Kementerian lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menggelar silaturahmi di Kabupaten Kuningan. Kegiatan tersebut dalam rangka peningkatan kapasitas masyarakat.
.
Acara ini mengundang 37 instansi atau lembaga, 31 lembaga diantaranya merupakan komunitas peduli lingkungan.
.
Didampingi Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kuswandono, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kuningan, Amiruddin membuka acara dengan antusias dan menyambut baik momentum ini. Terlebih yang hadir adalah komunitas yang bergerak di bidang lingkungan.
.
Akhir-akhir ini, permasalahan lingkungan bukan lagi menjadi masalah sepele. Itu karena dampaknya terhadap manusia.
.
Terbukti saat ini telah terjadi penurunan kualitas lingkungan. Salah satu indikatornya yakni berkurangnya mata air yang mengalir dan ketersediaan air tanah yang harus digali hingga 20-30 meter. Belum lagi permasalah sampah yang semakin hari akan terus bertambah seiring semakin bertambahnya jumlah penduduk.
.
“Edukasi punya peranan penting dalam mengubah pemahaman, sikap dan perilaku”, ungkap Amiruddin.
.
“Banyaknya sampah di sungai menjadi indikasi perilaku masyarakat yang belum “aware” dengan lingkungan”, tutupnya.
.
Itu diamini Aen, ketua kelompok Pasir Batang, Karang Sari, yang juga mendapatkan peringkat 2 terbaik Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat tahun 2018 menyampaikan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan wisata alam telah memberikan manfaat ekologi, ekonomi dan sosial. Tapi dampak sampah juga tak terelakkan, namun juga harus dipikirkan sehingga lokasi wisata alam memberikan suasana yang nyaman dan alami bagi pengunjung.
.
Begitupula dengan Ujang Andi dari Kelompok Pasawahan, yang menceritakan bagaimana mengubah lokasi sampah di kawasan TNGC menjadi lokasi destinasi wisata alam. “Masalah juga tak sampai disitu, sampah yang sudah dikumpulkan harus dikemanakan?”, tegasnya.
.
Direktur Kemitraan Lingkungan, Jo Kumala Dewi memberikan solusi bahwa sampah dapat diminimalisir dengan mengurangi penggunaannya. Misalnya ketika belanja membawa tas belanja sendiri, membawa botol minuman sendiri sehingga tidak perlu membeli air kemasan botol atau ketika membeli makanan berkuah membawa rantang atau tempat makan. Sedari dini, harus sudah mulai mendidik khususnya generasi muda.
.
Dilanjutkan dengan paparan Kuswandono yang mengangkat kedaulatan rakyat dalam pengelolaan kawasan TNGC. Pelibatan masyarakat melalui wisata alam yg mendukung aspek ekologi, ekonomi dan sosial mempererat ikatan batin masyarakat sekitar dengan kawasan hutannya yang ada semenjak mereka lahir.
.
Kemitraan Lingkungan memberikan peluang bagi masyarakat hilir untuk ikut juga berkontribusi dalam pengelolaan kawasan. Mulai dari pemulihan ekosistem, penggunaan bahan pestisida alami yang sumber plasmanya berasal dari kawasan TNGC sampai penanganan sampah dalam kegiatan wisata alam.
.
“54 desa penyangga akan menjadi kekuatan bagi pengelolaan kawasan TNGC dalam memberikan kontribusi atau peran serta untuk mendukung kelestarian kawasan” tambahnya.
.
#sobatCiremai, pola pikir dan wawasan akan membentuk sikap dan pribadi seseorang. Dengan pola pikir dan wawasan yang luas, tentu akan membentuk pribadi yang memiliki empati dan kepedulian tinggi bagi sesama, terlebih lingkungan.
.
Lingkungan adalah rumah kita, sudikah rumah kita rusak?. Maukah rumah kita rusak?. Tentu tidak kan, so yuk sedari dini mulai dari yang kecil empatilah terhadap lingkungan.
.
[Teks © Nisa, foto © Asep W- BTNGC | 062019]
.
#klhk
#ayoketamannasional
#gunungciremai
#pskl
#bersihbisakok
#pesonakuningan
#pesonamajalengka
#pesonaindonesia

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: