Belajar Teknik Budidaya “Stingless Bee”, Desa Sagarahiang Siap Kebanjiran Pemesanan Madu

Sobat, masih penasaran dengan teknik budidaya Stingless Bee? Nah, setelah mendapatkan gambaran singkat dari berbagai narasumber termasuk Ririn, peneliti “Stingless Bee” pun memperkenalkan teknik jitu agar lebah ini betah di tempat barunya. Kali ini praktek dilakukan di Dusun Jambu, Desa Sagarahiang, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan.

Koloni yang dibawa, tersimpan dalam bambu. Kemudian dibuka agar koloni beradaptasi dengan tempat baru. Untuk memindahkan koloni, perlu memperhatikan waktunya yaitu pada pagi hari sebelum ada sinar matahari atau malam hari saat bulan gelap.

Saat pemindahan, biarkan koloni terbang dan temukan ratunya. Kemudian pindahkan koloni lainnya dan telur ke tempat penyimpanan yang baru.

Pengenalan langsung sarang dari alam meliputi posisi propolis, polen, madu dan ratu. Cara pemindahan yg baik, pastikan ratu dipindahkan bersama sarang. Jangan sampai ratu dipegang langsung dengan tangan ya sobat, sebab kemungkinan ratu akan mati.

Setelah sarang semua dipindah, taruh propolis di depan pintu sarang agar lebah tahu sarang yang baru dari feromon yang ada di propolis. Lakukan kontrol seminggu sekali dalam waktu tiga sampai enam bulan. Terutama kemungkinan koloni diserang oleh predator seperti semut, laba-laba, cicak dan ayam.

Memanen madu juga tidak sembarangan loh sobat, pertama lakukan pada pagi hari ketika embun sudah hilang dan matahari belum menyengat. Kedua, lakukan ketika dua atau tiga koloni sedang mencari pakan. Caranya, kikis perlahan bagian stup yang sudah ada madunya, taruh pada piring dan tiriskan agar madunya turun. Tidak dianjurkan untuk memeras dengan tangan. Tunggu paling tidak sehari semalem agar kotoran madu mengendap. Setelah madu terkumpul pada mangkok, siap dikemas.

O ya sobat, satu hal lagi kenapa Stingless Bee ini layak untuk dibudidaya. Alasannya pertama aman dan ramah bagi manusia karena tidak menyengat, mudah beradaptasi. Kedua, pakan pun melimpah di alam baik berupa nektar, getah dan polen. Ketiga, tidak butuh areal luas dalam budidaya. Keempat, harga madu cukup mahal loh, tiap 600 mililiter (ml) sekitar 200.000 rupiah.

#sobatCiremai, mudah dan menggiurkan bukan?. Berminat budidaya atau hanya sekedar berwisata budidaya?. Bisa hubungi Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Saung Galah, Desa Sagarahiang.

[teks & Foto © Nisa S-BTNGC|072019]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: