Tanam Pohon, Sekelompok Pendaki Tebus Kesalahan Tidak Patuh Aturan

Sore hari (7/7), pengelola pendakian jalur Linggajati mendapat kabar dari kerabat pendaki yang mendaki melalui jalur pendakian Palutungan kemudian lintas jalur tersesat di pos Pangasinan, Jalur Pendakian Linggajati. Padahal untuk lintas jalur, sementara ini tidak diperbolehkan ya sobat.

Diketahui bahwa tujuh orang pendaki yang berasal dari Indramayu tidak registrasi pada pos tiket Jalur Pendakian Palutungan. Mereka berangkat pukul 03.00 pada Sabtu (6/7). Tujuh pendaki tersebut bernama Aji, Rizal, Alfani, Fahad, Filza, Arsyad dan Fahrurizal.

Petugas TN Gunung Ciremai dan pengelola jalur Pendakian Linggajati segera melakukan penyusunan rencana penyelamatan. Enam dari tujuh sudah sampai basecamp pukul 19.00 sedangkan satu orang masih belum ditemukan. Posisi yang bersangkutan sudah diketahui melalui “share” lokasi via Google Maps dan tim evakuasi segera bergerak. Beranggotakan 8 orang Kompepar dan Ranger Linggajati berangkat menuju lokasi pada jam 04.00 tadi yang diduga di sekitar Cadas Ngampar diatas Blok Leweung Buah.

Tim evakuasi telah sampai di sekitar lokasi titik koordinat yang dishare. Tim melihat benda mirip tenda namun setelah didekati ternyata bekas balon udara.

Tak berapa lama sekitar pukul 09.00 WIB, salah satu temannya mengabari bahwa Fahrurizal, pendaki yang tersesat, telah turun melalui Lambosir, Setianegara dibantu masyarakat. Menerima informasi tersebut, petugas dan pengelola langsung menjemput yang bersangkutan.

Sampai di basecamp, Fahrurizal dan teman-temannya mendapatkan arahan dari Kuswandono, Kepala Balai TN Gunung Ciremai yang sedari malam ikut mengawal proses. “Ini pembelajaran bersama, nyawa teman-teman lebih berharga dari apapun, kalau ingin melakukan sesuatu yang tidak baik ingat dengan keluarga. Kalau seperti ini pada akhirnya semua yang repot, jika dibandingkan dengan harga jasa pendakian yang dibayarkan tidak akan sebanding. Kami harus menindak tegas yang melanggar, maka teman-teman tidak boleh mendaki di Gunung Coremai selama 1 tahun dan melakukan penanaman pohon”, tegas Kuswandono.

Dadan, Kepala Resor Perlindungan dan Pengamanan Kawasan SPTN I Kuningan juga memberikan arahan sambil melakukan berita acara pemeriksaan kepada para pendaki yang tidak tertib. Babinsa juga ikut menasehati, “jadilah pendaki yang bijak, kalau ingin hiburan lakukan hal-hal yang baik bukannya mengajak kawan melakukan hal yang tidak baik”.

Pukul 14.00, penanaman pohon dilakukan. Tujuh pendaki menanam 75 bibit dengan jenis peutag, Huru, Wuni, Salam dan Kirinyuh di Blok Cibunar. Ini menjadi pembelajaran bukan hukuman, agar pendaki mematuhi prosedur yang berlaku.

#sobatCiremai, terkadang kita lupa kalau alam ini dapat membaca pikiran manusia. Menggunakan caranya, sesungguhnya alam ingin manusia sadar atas perbuatan yang tidak baik.

Para pendaki tersebut patut bersyukur, bahwa nyawa masih menetap pada raga. ini pelajaran bagi kita semua. So jadilah pendaki cerdas dan bijak. Jangan remehkan alam, kalau sudah berkehendak Allah SWT akan mengabulkan.

[Teks & Foto © Tim Admin-BTNGC | 072019]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: