Ini Dia Putra-Putri Gunung Ciremai Yang Raih Penghargaan Wana Lestari

Wana Lestari adalah apresiasi atau penghargaan yang diberikan kepada orang atau organisasi yang telah berjasa dalam bidang lingkungan hidup dan kehutanan (LHK). Penghargaan ini rutin digelar Kementerian LHK setiap tahun.

Ada banyak kategori penghargaan Wana Lestari bagi perorangan dan kelompok.

Kategori perorangan di antaranya Penyidik Aparatur Sipil Negara, Polisi Kehutanan (Polhut), Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api (MPA). Sedangkan kategori kelompok yakni kelompok tani hutan dan kelompok pecinta alam.

Untuk menentukan pemenang Wana Lestari, Kementerian LHK membentuk tim yang terjun langsung ke lapangan. Tim ini bertugas melakukan penilaian kepada bakal calon pemenang yang diusulkan Unit Pelaksana Teknis dan dinas yang membidangi LHK di provinsi, kota, dan kabupaten.

Nah berarti setiap pemenang kategori apresiasi ini telah melalui serangkaian penilaian administrasi dan teknis. Oleh karena itu bisa dipastikan para pemenang adalah benar-benar pihak yang telah melakukan tugas secara baik, benar, berhasil, dan bermanfaat.

Pada ajang penghargaan Wana Lestari 2019 ini, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) berhasil meraih dua penghargaan yakni kategori Polhut Inovatif dan kategori MPA.

Oom Mukaromah Al Badriyah, Polhut Balai TNGC ialah pemenang ke-3 kategori Polhut Inovatif. Polhut wanita ini ‘mengulik’ satwa kupu-kupu “Helena” di stasiun riset Bintangot, Kuningan. Kini hasil ‘nguliknya’ sudah berkembang menjadi wisata alam minat khusus.

“Alhamdulillah, ini berkat dukungan semuanya. Saya persembahkan penghargaan ini untuk kelestarian alam gunung Ciremai”, ungkap Oom meluapkan kegembiraannya (17/8).

Satu lagi pemenang kategori MPA ialah Kasduri, warga desa Bantaragung, Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat. Kasduri telah lama bergelut dengan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sejak gunung Ciremai belum berstatus taman nasional.

“Alhamdulillah. Terima kasih kepada semuanya. Penghargaan ini, Insha Alloh akan menebalkan semangat kami untuk menjaga gunung Ciremai khususnya dari kebakaran”, ungkap Kasduri (17/8).

Pria paruh baya ini aktif dalam pengendalian karhutla bersama kawan-kawannya sehingga mendapat julukan tim Bagong (Babi, red). Pasalnya tim ini paling sering dikirim memadamkan api pada kondisi cuaca dan medan yang ekstrim seperti jurang atau pun puncak gunung.

Selain itu, Kasduri dan kawan-kawan juga kerap ikut andil dalam upaya pemulihan ekosistem seperti penanaman secara swadaya.

‘Arjuna Ireng’ ini juga mengelola wisata alam bumi perkemahan Awilega dan Bukit Batu Semar (BBS) yang memang berada di desanya.

Selepas menerima anugerah Wana Lestari, kedua insan terbaik ini bersama belasan pemenang lainnya mendapat wejangan dari Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Wiratno; dan Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim, Ruandha Agung Sugardiman.

Sehari sebelumnya, mereka menghadiri sidang paripurna Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Lalu menemui Menteri LHK, Siti Nurbaya Bakar dalam acara Temu Wicara.

#sobatCiremai, kita patut bangga atas prestasi yang diraih dua insan ini. Namun kita juga tak boleh terlalu jemawa. Karena perjuangan menjaga alam dan sosial budaya di gunung Ciremai belum berakhir.

So, ayo kenali, jaga, dan manfaatkan alam sekitar kita dengan baik dan benar.

[Teks ©️ Tim Admin, Foto ©️ Rizal & Oom Foto-BTNGC | 082019]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: