Ini Lho Tiga Formasi Batuan Penopang Gunung Ciremai


.
Tak hanya keanekaragaman hayati tumbuhan dan satwa liar, gunung Ciremai juga memiliki sumber daya alam non hayati. Salah satunya batuan.
.
Menurut data spasial Badan Geologi Bandung, batuan yang mendasari gunung Ciremai adalah sedimen tersier. Batuan ini merupakan produk aktivitas vulkanik.
.
Ada tiga formasi batuan yang menopang gunung api Ciremai.
.
Pertama, batuan gunung api “Kuarter”. Batuan ini diprakirakan berumur kurang dari 2,6 juta tahun lalu. Meskipun demikian, proses “volkanisme” telah terjadi sejak 10 juta tahun yang lalu (Soeria-Atmadja, 1994).
.
Batuan “Kuarter” terdapat di wilayah kecamatan Kramatmulya, Darma, Cigugur, Cilimus, Jalaksana, dan Mandirancan di kabupaten Kuningan.
.
Lalu terdapat di wilayah kecamatan Banjaran, Talaga, Rajagaluh, Sindangwangi, dan Argapura. Di kabupaten Cirebon batu ini terdapat di wilayah kecamatan Dukupuntang.
.
Luas batuan gunung api “Kuarter” Ciremai mencapai 9.521 hektar atau 64,16 persen dari kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC).
.
Kedua, batuan gunung api “Plio-Plitosen” yakni batuan “andesitik-basaltik”, “tufa”, “breksi”, dan endapan lahar.
.
Batuan tersebut terdapat di wilayah kecamatan Mandirancan, Cigugur, Jalaksana, Darma, dan Pasawahan di Kuningan. Sedangkan di Majalengka batuan ini terhampar di wilayah kecamatan Cikijing, Sindang, Talaga, Rajagaluh, Sindangwangi, Banjaran, dan Argapura.
.
Luas batuan gunung api “Plio-Plistosen” Ciremai mencapai 5.176,37 hektar atau 34,88 persen dari kawasan TNGC.
.
Terakhir, batuan sedimen “Neogen” atau “Mio-Plio” yang hanya terdapat di wilayah kecamatan Argapura tepatnya di sekitar desa Gunung Wangi.
.
Warga setempat menyebut batuan ini “taneuh miley”. Mengenai informasi tersebut, sobat bisa lihat lagi di postingan beberapa bulan lalu.
.
Luas batuan sedimen “Neogen” Ciremai mencapai 143,23 hektar atau 0,97 persen dari kawasan TNGC.
.
#sobatCiremai, batuan yang menghampar di kaki gunung Ciremai merupakan anugerah. Karena kini, batu-batu tersebut telah dimanfaatkan sebagai jasa lingkungan seperti wisata alam Batu Luhur, 1001 Tangga Manguntapa, dan Pajaten di Kuningan. Sedangkan di Majalengka ada wisata alam Batu Nyongclo dan Bukit Batu Semar.
.
So, ayo kenali alam sekitar agar kita mampu manfaatkannya secara baik dan benar.
.
[Teks & foto ©️ Tim Admin-BTNGC | 082019]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: