Akar Balsem, Si Pengharum Alami

Satu lagi potensi herba di kawasan Gunung Ciremai yang bermanfaat bagi kita, yaitu tumbuhan balsem.

Tumbuhan bawah ini sering dijumpai di perbatasan kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dengan lahan non taman nasional.

Akar Balsem tumbuh pada ketinggian 300 sampai 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Tumbuhan yang memiliki nama ilmiah “Polygala paniculata” ini termasuk tumbuhan semusim yaitu dari biji lalu tumbuh dan akan mati setelah mencapai dewasa dalam kurun waktu empat sampai lima bulan.

Tumbuhan Balsem memiliki ciri morfologi semak tahunan dengan panjang 60 centimeter (cm). Helai daunnya tunggal memanjang berukuran 1 x 0,3 cm, daun tersebar, tanpa daun penumpu, pangkal dan ujung daun runcing dengan tepi rata, tandan panjang dan ramping berukuran 3 sampai 12 cm.

Perbungaan racemosa, kecil berwarna putih berukuran 0,3 cm, tangkai bunga bersendi, memiliki 5 daun kelopak berwarna hijau, memiliki 3 sampai 5 daun mahkota, 8 benang sari, kepala sari beruang 1 sampai 2 dengan tiap ruang memiliki 1 bakal biji.

Ciri khas Akar Balsem yakni dari bau khas yang mirip balsem sehingga dinamakan tumbuhan balsem. Aroma wangi ini berasal dari minyak atsiri yang dihasilkan pada bagian akar. Bau tersebut serupa permen karet.

Masyarakat setempat acap percaya khasiat Akar Balsem dapat diolah menjadi minuman yang berguna untuk meningkatkan stamina.

Bila dikeringkan akarnya bisa menjadi pengharum alami yang kerap ditaruh di lemari pakaian atau peti penyimpanan barang pusaka seperti batik, kujang, dan keris.

Tumbuhan Balsem masih menjadi komoditas perdagangan minor. Padahal minyaknya cukup banyak digunakan dalam industri wangi-wangian.

Beberapa hasil penelitian terhadap tumbuhan Balsem terbukti memiliki potensi dalam bidang kefarmasian seperti “sitotoksik” atau antikanker, antibakteri, dan “antimikotik”.

Potensi herba Balsem juga digambarkan melalui kandungan “metabolit” sekundernya yaitu mengandung “alkaloid”, “flavanoid”, “tanin”, “saponin”, dan “steroid”. Keragaman “metabolit” sekunder tersebut menggambarkan kemungkinan potensi kefarmasian lainnya.

#sobatCiremai, ternyata tanpa kita sadari alam sebenarnya telah menyediakan semua kebutuhan manusia sampai dengan hal kecil yang tidak kita duga sebelumnya, contohnya tumbuhan balsem ini.

Jadi bila sobat butuh kehangatan di hutan, gosok saja pakai Akar Balsem ya. Tentu gunakan seperlunya dengan bijak.👌

So ayo kenali, manfaatkan, dan cintai tumbuhan sekitar kita.

[Teks & foto © Ahmad Fuad-BTNGC| 092019]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: