Semut Merah, Si Galak Penjaga Buah Ranum


.
“Malu aku malu pada semut merah yang berbaris di dinding. Menatapku curiga seakan penuh tanya. Sedang apa di sini?”, begitulah seniman Obbie Mesakh menulis lirik lagu lawas nan kondang itu.
.
Semut merah atau semut Rangrang atau Kerangga atau Kararangge (Oecophyll) adalah semut berukuran agak besar yang dikenal memiliki kemampuan hebat dalam membentuk anyaman untuk sarangnya.
.
Rangrang sebagaimana semut lainnya merupakan serangga sosial yang membentuk koloni dengan banyak populasi. Setiap koloni dipimpin seorang ratu semut.
.
Serangga ini bersifat teritorial atau menjaga tempat hidupnya. Kararangge juga dikenal berperangai galak. Karena ia tidak segan menyerang apa pun yang mendekati kawasan aktivitasnya.
.
Ia sangat berani menyerang musuh dengan gigitannya. Selepas menggigit, ia pun tewas.😱
.
Bagi manusia, satu gigitan semut merah cukup membuat terkejut tapi tak berbahaya. Namun bila digigit banyak dan bersamaan oleh semut, bayangkan saja sendiri ya sobat.
.
Nah, perilaku inilah yang membuat petani memanfaatkan kemampuan Rangrang untuk menjaga buah yang mulai ranum.
.
Selain sebagai penjaga, Rangrang juga dimanfaatkan sebagai sumber pakan burung kicau peliharaan.
.
Sedangkan “larva” Rangrang dikenal sebagai kroto. Kroto adalah pakan burung pemakan serangga. Oleh karenanya Kroto menjadi komoditas perdagangan sekunder sebagai tambahan penghasilan petani.
.
#sobatCiremai ingin tahu budidaya semut merah dan kroto?. Patengin terus medsos gunung Ciremai.
.
So ayo kenali, manfaatkan, dan cintai fauna sekitar kita.

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: