Batu Kuda: Fenomena Alam Erosi Angin Gunung Ciremai

Selepas puas melahap Jambu Mede (Anacardium occidentale), aku melanjutkan petualangan hari itu (25/11). Ku gas lagi ‘si belalang tempur’ menyusuri jalan menanjak berbatu yang berbatasan dengan #KebunRayaKuningan, Jawa Barat.
.
Savana dan tegakan Pinus (Pinus merkusii) silih berganti menghiasi lebar jalur yang hanya cukup untuk satu badan kendaraan roda empat itu.
.
Sesekali ku layangkan pandangan ke kiri dan kanan untuk melihat kondisi sekitar. Sementara dari arah depan, terpampang wajah gunung Ciremai bagian utara yang berselimut kabut dan awan tebal.
.
Tak lama aku sampai di ‘persimpangan jalan’. Lalu ku hentikan raung mesin sepeda motor. Ku buka helm kemudian turun dari motor.
.
Rupanya di tempat itu terdapat bongkahan batu sebesar mobil truk.
.
Dalam hati, aku merasa heran dan bertanya, “Batu apa ini, kok bentuknya aneh?”.
.
Belum sempat aku memikirkan batu itu, Idin Abidin, petugas Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) berseloroh, “Inilah batu Kuda. Karena sepintas mirip Kuda”.
.
“Penampakan batu Kuda ini kemungkinan terbentuk akibat Erosi Angin atau Deflasi. Erosi Angin adalah pengkisan yang disebabkan oleh angin. Hembusan angin kencang yang terus menerus di area tandus dapat memindahkan batuan halus batuan sehingga membentuk sebuah formasi baru”, ungkap Idin panjang lebar.
.
Memang batu kuda ini duduk di tengah savana. Meskipun telah beberapa kali digempur hujan, tapi cuaca tetap terasa panas sekali. Angin pun berhembus cukup kencang menggoyang pepohonan dan debu.
.
Wujud batu ini agak mengkilap. Saat diraba, batu ini terasa halus. Beberapa bagian tubuhnya terlihat retak-retak. Hmm, sungguh ajaib fenomena alam ini.
.
#sobatCiremai pernah menemukan fenomena alam di gunung Cirema?.
.
So mari kenali fenomena alam sekitar kita.
.
[Teks & Foto © Tim Admin-BTNGC | 112019]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: