Kijang: Si Gesit Dari Dunia Purba

Kijang (bahasa Indonesia) atau Kidang (bahasa Sunda) atau “Muntiacus muncak” (bahasa Latin) adalah kerabat Rusa yang tergabung dalam genus “Muntiacus”.

Menurut para ahli, Kijang telah ada sejak 15 sampai 35 juta tahun yang lalu. Buktinya dapat kita lihat dari sisa-sisa masa “Miosen” yang ditemukan di Jerman dan Prancis.

Namun pada masa sekarang, Mencek hanya dapat ditemui di Asia Selatan dan Asia Tenggara saja.

Uniknya Kijang kawin secara poligami. Tapi tidak mengenal musim kawin dan dapat kawin kapan saja. Tetapi perilaku musim kawinnya muncul bila Kijang berada di daerah beriklim sedang.😅

Menjangan atau Kijang mempunyai panjang tubuh termasuk kepala sekitar 89 sampai 135 centimeter (cm). Ekornya sepanjang 12 sampai 23 cm. Tinggi bahu sekitar 40 sampai 65 cm. Sedangkan bobot tubuh Kijang mencapai 35 kilogram.

Dengan kemampuan fisiknya itu, Kijang dapat hidup hingga usia 16 tahun.

Rambut ‘Si Gesit’ ini berukuran pendek, rapat, lembut, dan licin. Warna bulunya bervariasi dari coklat gelap hingga coklat terang. Pada punggung kijang terdapat garis kehitaman. Daerah perut sampai kerongkongan berwarna putih. Sedangkan daerah kerongkongan warnanya bervariasi dari putih sampai coklat muda.

Kijang jantan mempunyai ranggah atau tanduk yang pendek, tidak melebihi setengah dari panjang kepala dan tidak bercabang. Bila patah, tanduk ini akan tumbuh lagi.👍 Sedangkan Kijang betina tak punya tanduk.

Satwa liar ini senang hidup menyendiri alias “soliter”.

Untuk menandai wilayahnya, Kijang jantan menggosokkan kelenjar “frontal preorbital” di kepala ke tanah dan pepohonan serta menggoreskan kuku dan gigi ke tanah atau kulit pohon.

Rusa asli Nusantara ini hanya butuh waktu istirahat tiga jam saja lho. Berarti selama hampir 21 jam, Kijang terus beraktivitas siang dan malam.

Nah sebagai hewan “herbifora”, makanan utama Kidang yakni daun-daun muda, rumput, buah, dan akar tanaman.

#sobatCiremai, semua tumbuhan dan satwa yang ada di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai dilindungi peraturan perundangan yang berlaku, termasuk Kijang.

So, ayo kenali, cintai, dan lestarikan fauna dan flora sekitar lingkungan hidup kita.

[Teks © Tim Admin, Foto © Camera Trap PEH 2018-BTNGC | 112019]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: