Balai TNGC Lakukan Antisipasi Untuk Jaga Pemulihan Ekosistem Area Puncak Dari Aktivitas Pendakian


.
Dalam dua hari ini, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) telah mengumumkan pembukaan kembali jalur pendakian gunung Ciremai.
.
Jalur Linggajati, Palutungan, dan Apuy dibuka mulai besok (30/12). Sedangkan jalur Linggajati dibuka tiga hari kemudian (2/1).
.
Semua calon pendaki wajib melakukan booking di website www.tngciremai.com pada tautan http://tngciremai.com/informasi-pendakian/ atau https://bit.ly/2MDjF87 sesuai kuota yang tersedia.👌
.
Nah pembukaan kembali jalur pendakian tentu menimbulkan potensi ancaman terhadap proses pemulihan ekosistem secara suksei alami di area puncak gunung Ciremai akibat kebakaran hutan pada Agustus silam.
.
Untuk mengantisipasi hal itu, Balai TNGC bersama masyarakat mitra Pengelola Pendakian Gunung Ciremai (PPGC) melakukan antisipasi seperti yang dikatakan Kuswandono, Kepala Balai TNGC.
.
“Kami sudah memasang pita pembatas di empat jalur menuju puncak gunung Ciremai”, ungkap Kuswandono saat dihubungi melalui telepon (29/12).
.
Kuswandono menambahkan, “Selain pita pembatas, kami juga memasang papan informasi dan larangan agar para pendaki tidak memasuki area pemulihan ekosistem tersebut”.
.
“Lalu untuk ancaman air bah, kami telah membuat saluran air yang bisa memecah aliran air bah tersebut. Ada juga plang informasinya”, lanjut Ngarso Dalem.
.
Masih menurut Ngarso Dalem, Balai TNGC juga akan sering memberikan informasi cuaca harian melalui medsos.
.
“Oleh karenanya, kami menghimbau kepada calon pendaki agar merencanakan dan mempersiapkan pendakian dengan sebaik-baiknya serta mematuhi segala ketentuan yang berlaku”, ajak Ngarso Dalem.
.
“Semoga dengan semua antisipasi yang kami lakukan ini bisa membuat aktivitas pendakian yang tertib, aman, dan nyaman. Amin!”, pungkas beliau.
.
#sobatCiremai, mari menjadi pendaki yang bijak dan cerdas.
.
[Teks © Tim Admin, Foto © BTNGC -BTNGC | 122019]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: