Mengenal Koorders, Meneer Pelopor Perlindungan Alam


.
Berbicara soal konservasi alam, pernahkah sobat bertanya dalam hati, siapakah orang pertama yang mencetuskan perlindungan alam, khususnya di Indonesia?.
.
Nah, hasil penelusuran di dunia maya pada website www.ksdae.menlhk.go.id menemukan jawabannya. Ya, laman tersebut mengunggahan sebuah buku berjudul Sang Pelopor karya Pandji Yudistira yang memuat kiprah Dr. Sijfert Hendrik Koorders dalam sejarah perlindungan alam di Indonesia.
.
Menurut buku tersebut, Koorders lahir di Bandung pada 29 November 1863. Ia merupakan anak satu-satunya dari pasangan Maria Henriette Boeke dan Dr. Philol, jur, et Theology, Daniel Koorders, seorang mantan anggota Korps Mahasiswa Universitas Utrecht.
.
Masa kecil Koorders dihabiskan di Bandung. Ia cukup banyak bergaul dengan lingkungan tempat tinggalnya.
.
Waktu itu, ia juga memiliki ketertarikan terhadap tumbuhan di sekitaran Bandung.
.
Namun setelah ayahnya meninggal, ia beserta keluarga pindah ke Belanda.
.
Beberapa tahun kemudian selepas menyelesaikan sekolahnya, Koorders kembali ke tanah kelahirannya, Hindia Belanda.
.
Kedatangan Koorders kali ini karena mendapatkan tugas sebagai “Houtvester” atau Pejabat Kehutanan.
.
Tugas yang diembannya ini berdasarkan surat Menteri Negara Jajahan atau “Minister van Kolonien”, surat D nomor 6 pada 27 Oktober 1884.
.
Selanjutnya karier Koorders sebagai “Houtvester” berpindah-pindah dari satu wilayah ke wilayah lainnya.
.
Dengan jabatan tersebut, Koorders bisa leluasa melakukan kegemaran botani di Hindia Belanda.
.
Menurut buku Sang Pelopor, Koorders sempat melakukan banyak penelitian di hutan Jawa, Sumatera, dan beberapa wilayah lain di Hindia Belanda.
.
Hasil penelitian Koorders dikumpulkan di Kebun Raya Bogor sebagai koleksi laboratorium botani yang ia bangun.
.
Pada 1912, Koorders menggagas Perhimpunan Perlindungan Alam Hindia Belanda atau “Nederlandsch Indische Vereeniging Tot Natuutbescherming” alias Pecinta Alam Botaniwan.
.
Nah, perkumpulan inilah yang pertama mengusulkan perlindungan kawasan hutan termasuk jenis-jenis flora dan fauna tertentu di Hindia Belanda.
.
Berkat ide dan kiprah Koorders inilah, Pemerintah Kolonial menetapkan perlindungan hutan beserta ekosistemnya. Salah satu hutan lindung yang ditetapkan saat itu yakni gunung Ciremai.
.
#sobatCiremai, hitam putih sejarah memang tak bisa kita ulang. Oleh karena itu, kita hanya bisa menerimanya sebagai kenyataan sejarah.
.
So, mari belajar bersama.
.
[Teks © Tim Admin, Foto © Tectona XIII 1920 -BTNGC | 022020]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: