After Selfies, What Next?


.
Kita tahu, wisata alam dan wisata buatan yang menawarkan spot swafoto telah mewabah di negeri ini sejak beberapa tahun silam.
.
Ya, spot selfie memang selalu mampu menarik kunjungan kawula berjiwa muda. Bagaimana tidak, sebab spot selfie acap menampilkan background panorama yang aduhai.😎
.
Tak heran, saat launching sampai beberapa minggu, umumnya pengunjung akan berjubel memadati spot selfie tersebut. Tapi kemudian dalam beberapa bulan ke depan, pengunjung akan semakin berkurang tapi tetap berjubel saat weekend dan long holiday.
.
“Waktu masih baru dibuka, kami kewalahan menghadapi banyaknya pengunjung. Saat itu, tempat parkir pun penuh semua”, kenang Nana, Mitra Pariwisata Gunung Ciremai (MPGC) Gunung Ciwaru, desa Payung, Rajagaluh, Majalengka, Jawa Barat (28/2).
.
“Sekarang sudah tak seperti dulu. Karena sekarang, pengunjung hanya banyak datang saat akhir pekan dan atau libur sekolah saja”, ujar Nana.
.
“Tapi kami tetap berkomitmen dengan usaha wisata alam. Sebab, ini telah mampu menggerakan usaha ekonomi masyarakat sekitar. Tinggal kita tingkatkan kreatifitas agar pengunjung tetap datang ke sini”, pungkas Nana.
.
Hal serupa mungkin saja dialami pula oleh sebagian banyak MPGC Majalengka dan Kuningan. Tapi dibalik kegundahan, selalu ada rancangan jalan keluar seperti yang dikatakan Lili Suryadi, Polisi Kehutanan (28/2).
.
“Tenang saja. Karena sudah terdengar sebentar lagi Pemerintah Kabupaten Majalengka akan membangun jalan dan terminal angkutan wisata di beberapa titik”, ujar Lili.
.
“Jadi nanti transportasi akan tersambung dengan baik dari wisata alam yang ada di desa Bantaragung, Payung, Padaherang, dan wilayah lainnya”, tutupnya.
.
#sobatCiremai, tak ada yang statis di dunia ini. Melainkan semuanya berjalan dinamis, termasuk usaha wisata alam. So, mari kita manfaatkan jasa lingkungan hidup dan kehutanan secara bijak.
.
[Teks & Foto © Tim Admin-BTNGC | 022020]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: