Menengok Air Gunung Ciremai Di Enam Desa

Cukup senang saat kemarin (27/2) mendapat kesempatan ke lapangan untuk monitoring pemanfaat air dan groundcheck sumber air di enam desa pada kecamatan Sindangwangi dan Rajagaluh, Majalengka, Jawa Barat.

Yup, keenam desa dimaksud yakni Bantaragung, Padaherang, Sindangwangi, Jeruk Leueut, Payung, dan Teja.

Desa-desa tersebut sudah dari zaman dulu memanfaatkan air gunung Ciremai untuk memenuhi kebutuhan non komersil sehari-hari seperti air minum, mandi, cuci, dan kakus.

Nah dua nama sumber air familiar yang dimanfaatkan oleh masyarakat desa-desa tersebut yakni Cipeuteuy dan Leles.

“Secara administratif, pemanfaatan air non komersil oleh enam desa tersebut dilakukan melalui Izin Pemanfaatan Air (IPA) secara gratis namun ada hak dan kewajiban terhadap kelestarian alam. Misalnya menanam pohon, mencegah kebakaran, dan melindungi tumbuhan serta satwa liar Ciremai”, kata Iing, salah satu Ketua Tim kegiatan ini.

“Kalau pemanfaatan air komersil, legalitasnya pakai Izin Usaha Pemanfaatan Air (IUPA). Ada juga Izin Pemanfaatan Energi Air (IPEA). Selain ada hak dan kewajiban, dua izin ini juga dikenakan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai ketentuannya”, jelas Iing.

Dalam kegiatan ini, selain menengok sumber air juga dilakukan pendataan sarana dan prasarana penyaluran air dari bak penampung hingga ke rumah-rumah warga.

“Meskipun debit air berkurang saat kemarau, namun masih dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari”, ujar Maman Surahman, Kepala Desa Bantaragung saat ditemui di kantornya.

Sementara itu, Jamsa, Kepala Desa Payung di kediamannya menyampaikan , “Air akan tetap ada bila kita mampu mengelolanya dengan baik, benar, efektif, dan efisien”.

Di tempat terpisah, Dedi Tato, Ketua Forum Ciremai berharap masyarakat bisa menghemat penggunaan air.

“Air memang banyak, tapi kita juga harus hemat. Misalnya dengan menggunakan water meter di setiap rumah sehingga tak ada air yang terbuang begitu saja. Ya, mudah-mudahan pemerintah bisa memberikan sarana dan prasarana air tersebut”, kata Dedi Tato menuangkan gagasan dan harapannya.

#sobatCiremai, kita paham betul, air amat penting bagi kehidupan. So, mari jaga pertemanan yang baik dengan alam agar air tetap mengalir.

[Teks & Foto © Tim Admin-BTNGC | 032020]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: