Si Bunga Merah Di Antara Hijau Dedaunan


.
Hujan rintik terus menemani langkah kakiku yang menyusuri jalan setapak menuju sumber air Leles, desa Padaherang, Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat (28/2).
.
Sesekali rintik hujan turun rapat sehingga aku mesti berteduh di bawah rimbun pepohonan besar. Sambil menunggu rintik hujan reda, ku tenggak kopi hangat dalam tumbler. Lalu ku hisap sebatang yang ngebul.😎
.
Dari jauh lamat-lamat terbayang sesuatu yang berwarna merah di antara lebatnya dedaunan hutan yang hijau. Eh, rintik hujan mereda. Lalu bergegas ku mendekatinya.
.
Rupanya si merah itu Tepus Tanah atau “Zingiber spectabile”. Orang bule menyebutnya “Beehive Ginger”.
.
Sesuai namanya, ia kerabat jahe-jahean. Namun Tepus Tanah tak memiliki rimpang yang beraroma panas seperti tumbuhan jahe pada umumnya.
.
Hmm, kehebatan tumbuhan ini terletak pada daya tahan bunganya. Ya, bila bunga Tepus Tanah dipotong, ia bisa bertahan selama dua minggu!.
.
Bila batangnya ditebas, tunggulah beberapa detik. Maka akan muncul dengan sendiri bagian tengah batang yang berwarna putih. Bila di makan, rasanya hangat. Lumayanlah bisa jadi penghangat tubuh di saat cuaca sejuk karena hujan begini.👌
.
#sobatCiremai, terlalu lama aku mengamati Tepus Tanah sehingga tertinggal dari rombongan timku yang terus berjalan menuju sumber air Leles. “Woy tunggu!”, sahutku. Tapi tak satupun menoleh.
.
So, mari cintai, kenali, dan manfaatkan secara bijak tumbuhan sekitar kita.
.
[Teks & Foto © Tim Admin-BTNGC | 032020]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: