‘Light Traps’ Serangga Malam: Tatkala Inventarisasi Potensi Kawasan Gunung Ciremai

Horor. Kata yang menggambarkan suasana malam itu ketika melaksanakan kegiatan inventarisasi potensi kawasan untuk jenis serangga malam di Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) setahun lalu.

Sebenarnya kegiatan ini merupakan hal yang biasa bagi petugas Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) untuk melakukan pengamatan keanekaragaman hayati di malam hari. Namun kali ini bahan dan peralatan yang digunakan cukup membuat ‘adrenalin’ meninggi bahkan bulu kuduk berdiri. Kira-kira ada apa ya sobat?.😨🤔

Light traps atau perangkap cahaya merupakan salah satu metode dalam inventarisasi serangga pada malam hari. Metode tersebut dilakukan dengan cara menyinarkan lampu atau cahaya ‘ultra violet’ pada layar putih yang dibentangkan. Tujuannya agar menarik perhatian serangga disekitarnya.

Layar putih itulah yang menjadi sumber suasana tidak menyenangkan, terutama bagi kita yang sering nonton film horor tahun 80-an. Kita mungkin bisa berimajinasi tingkat tinggi sekonyong-konyong melihat kain putih lainnya selain alat yang sedang digunakan. Wush!.

Setelah menenangkan diri sejenak, nafas sudah teratur dan pikiran jernih mulai datang. Ternyata mata ini dimanjakan beragam jenis serangga yang datang ke layar dengan berbagai bentuk serta ukuran. Meskipun begitu, sering juga serangga tadi masuk ke tenda yang menyebabkan kita harus berjibaku ketika ingin membuat kopi sebagai teman bergadang.

Ribuan kunang-kunang mulai datang menerangi pekatnya hutan. Satwa berlampu ini memberikan kedamaian tersendiri ketika ia gelantungan pada daun-daun seperti tiang lampu yang bercahaya hijau dan kuning. Cahaya itu kelap-kelip layaknya lampu hias di pekarangan rumah saat malam sebuah perayaan.

#sobatCiremai, keberadaan serangga merupakan salah satu indikator lingkungan yang penting bagi kelangsungan sebuah ekosistem. Salah satunya ekosistem hutan gunung Ciremai.

Oleh karenanya, mari kita jaga dan lestarikan lingkungan sekitar agar memberikan manfaat untuk meningkatkan kualitas kehidupan kita dan generasi mendatang. Salam lestari!.

[Teks & Foto © Robi Gumilang -BTNGC | 052020]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: