Tatkala Ketemu Ular Di Gunung Ciremai

Sobat pernah ketemu ular atau satwa liar lainnya di kebun atau hutan?. Tentunya pertemuan itu selalu tak sengaja ya sehingga pas ketemu menjadi kaget atau bahkan ketakutan. Lalu lari terbirit-birit menjauhi satwa liar tersebut.

Saat memasuki hutan gunung terkadang kita lupa memperkirakan kemungkinan perjumpaan dengan satwa liar karena pikiran kita biasanya terfokus pada tujuan keberangkatan misalnya puncak gunung.

Namun sebenarnya satwa liar pun tak pernah mau ketemu manusia. Karena ia tahu manusia bisa menjadi ancaman serius baginya.

Meski demikian, ketika kita memasuki hutan mesti menggunakan pakaian yang safety dari bahaya satwa liar. Misalnya mengenakan baju dan celana panjang serta bersepatu tinggi.

Nah, petugas Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) saat bekerja di lapangan acap bersua satwa liar seperti ular.

Ya, satwa melata ini umumnya ada di sekitar mata air dan tempat-tempat lembab yang sedikit jauh dari jangkauan aktivitas warga setempat dan pengunjung wisata.

“Hey, ada ular nih di rerumputan. Coba lihat ke sini”, kata seorang petugas Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) kepada rekan kerjanya (2/4).


“Ih, lagi melingkar!. Untung tadi nggak terinjak ya. Karena kalau terinjak bisa celaka dua belas akibatnya”, timpal rekan kerjanya.

“Kita foto saja ia. Lalu biarkan ia saja di sini dan jangan diganggu”, lanjutnya.

“Hmm, mulai sekarang kita mesti hati-hati berjalan. Siapa tahu ada satwa liar lagi”, ajak seorang PEH.

“Siap Ndan!”, jawab mereka serempak sambil menghilang ke dalam lebatnya hutan gunung Ciremai siang itu.

#sobatCiremai di manapun berada mesti waspada saat berjalan karena bahaya selalu mengintai kita. So, be careful!.

[Teks © Tim Admin, Foto © Robi Gumilang -BTNGC | 052020]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: