Dua Arjuna Temukan, Obati, dan Serahkan Seekor Kucing Hutan Nahas

“Hey ada Kucing tergeletak tuh pinggir jalan,” kata Gema kepada temannya saat berboncengan naik motor di suatu jalan desa kaki gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, beberapa hari lalu.

“Mana?. Oh, ya bener. Yuk kita lihat,” kata Agung, mahasiswa Universitas Kuningan (Uniku) teman Gema.

Mereka menengok kondisi seekor kucing yang tergeletak di pinggir jalan itu. Keduanya heran, kok si kucing diam saja. Setelah diperhatikan lebih seksama, rupanya kucing malang itu terluka pada leher tembus hingga ke sisi lainnya. Hmm, luka ini pun membuat mata si kucing tinggal sebelah.

Tanpa pikir panjang, mereka membawa kucing tadi ke rumah lalu mengambil peluru senapan angin pada leher kucing. Tak lupa memberinya obat luka. Kemudian menutupnya dengan perban.

Kedua pemuda itu sempat bingung mau dikemanakan kucing malang ini. Namun setelah tanya sana-sini termasuk berselancar di dunia maya, esoknya mereka memberanikan diri untuk mengantarkan si kucing ke kantor Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di Manislor, Jalaksana, Kuningan.(4/6).

Kedatangan dua pemuda baik hati ini sambut Silvia Lucyanti, koordinator Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) dan Asep Iman, Polisi Kehutanan (Polhut).

“Ini Kucing Hutan atau ‘Felis bengalensis’. Menurut red list ‘International Union for Conservation of Nature and Natural Resources’ (IUCN), ia termasuk satwa liar yang terancam punah”, ungkap Silvia.

Kemudian Kucing Hutan naas tersebut dipindahkan ke kandang rehabilitasi Balai TNGC.

“Alhamdulillah setelah dikasih makan. Si kucing mulai bisa berdiri dan berjalan dalam kandang. Kami akan rawat dahulu dua sampai tiga hari ke depan. Mudah-mudahan kondisi kesehatannya semakin membaik,” kata Asep Iman.

“Selanjutnya si kucing akan kami serahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jawa Barat. Karena memang sebenarnya kewenangan penanganan tumbuhan dan satwa liar di luar kawasan TNGC ada di Balai Besar KSDA Jawa Barat”, tutupnya.

Sementara itu Kuswandono, Kepala Balai TNGC melalui Didik Sujianto, Kepala Sub Bagian Tata Usaha mengapresiasi tindakan dua pemuda itu.

“Terima kasih atas partisipasi adik-adik dalam upaya konservasi sumber daya alam dan ekosistem. Teruslah berbuat kebaikan kepada alam,” pesannya.

#sobatCiremai, yuk berbuat baik meskipun pada satwa liar sekalipun. So, jadilah pahlawan bagi sesama kita.

[Teks & Foto © Tim Admin-BTNGC | 062020]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: