Ini Penyebab Sekolah Dan Obyek Wisata Belum Dibuka Saat PSBB-AKB


.
Kita tahu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) telah mengizinkan 15 daerah zona biru seperti Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) untuk melaksanakan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sampai 12 Juni mendatang.
.
Seperti dilansir laman kompas, beberapa sektor pun mulai bisa dibuka secara bertahap. Misalnya tempat ibadah dan swalayan. Namun untuk aktivitas sekolah dan obyek wisata belum bisa dibuka.
.
Gubernur Jabar, Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya enggan buru-buru membuka sekolah dan obyek wisata.
.
“Bagaimana dengan pendidikan, khusus sekolah belum boleh meski di zona biru,” kata Kang Emil, sapaan akrabnya saat konferensi pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (29/5).
.
Kang Emil beralasan, saat ini pihaknya masih meneliti lebih dalam untuk memastikan para siswa tak terpapar Covid-19.
.
“Kami akan meneliti lebih dalam karena jumlah siswa jutaan. Ini keselamatan anak-anak harus kita utamakan. Jadi tahapan AKB sekolah mungkin sampai kami betul-betul yakin tidak ada ancaman luar biasa,” ungkapnya.
.
Begitu juga dengan sektor pariwisata. Kang Emil mengatakan, hanya beberapa jenis obyek wisata kategori turis perorangan yang mulai bisa dibuka seperti aktivitas pendakian.
.
“Artinya tidak buru-buru, bertahap tetap waspada. Termasuk pariwisata, kalau di zona kuning tutup, sedangkan di zona biru boleh buka tapi individual turis, wisatawan yang datang sendiri, hiking. Kalau wisata keluarga belum boleh di tahap satu,” ujarnya.
.
“Jadi saya bilang jangan senang dulu, kalau buru-buru, tidak bertahap, zona biru bisa ke kuning, kuning ke merah. Maka jaga kedisiplinan,” jelasnya.
.
Khusus terkait pariwisata, seperti yang dikatakan Kang Emil, kita jangan buru-buru. Sebab membuka kembali destinasi wisata saat pandemi butuh persiapan yang matang seperti dikatakan Bupati Kuningan, Acep Purnama.
.
“Untuk kegiatan sosial budaya termasuk wisata, belum diperbolehkan buka,” jawabnya atas pertanyaan warganet di instagram (30/5).
.
Malam sebelumnya (29/5) Bupati dan Wali Kota se-Ciayumajakuning melakukan pertemuan di Pendopo Kabupaten Kuningan. Hasilnya semua kepala daerah itu sepakat untuk melanjutkan PSBB menuju AKB.
.
Ya, perpaduan PSBB-AKB mesti dilakukan sesuai panduan demi keselamatan masyarakat. Oleh karenanya, semua pihak diharapkan mampu menerapkan protokol kesehatan penanganan Corona secara ketat.
.
#sobatCiremai sabar dan tahan dulu niat untuk tamasya ria ya. Lebih baik kita patuhi protokol kesehatan. Misalnya memakai masker, rajin cuci tangan pakai sabun dengan air yang mengalir serta menjaga jarak fisik.
.
So, bila kita patuhi semua aturan PSBB-AKB dengan baik dan benar, niscaya penderitaan ini akan segera berakhir indah pada waktunya. Amin!.
.
[Sumber Teks © Kompas & Tim Admin, Foto © IG @okkasupardan @ridwankamil @aceppurnama.official @wajakopi_kuningan ,Tim Admin-BTNGC | 062020]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: