Begini Cara Pisahkan Lautan Semak Belukar Dengan Sekat Bakar Kuning


.
Saban hari, sengat terik surya begitu setia menemani sekumpulan orang yang sibuk membabat semak belukar di satu sudut utara lereng gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat.
.
Sesekali gelak tawa mereka pecah membahana di jagat rimba lautan ilalang. Iya, mereka ialah masyarakat dan relawan yang terus bekerja membuat dan memelihara sekat bakar kuning.
.
Sebagian dari mereka merupakan Masyarakat Peduli Api (MPA), Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP), dan pemegang Izin Usaha Penyediaan Jasa Wisata Alam (IUPJWA).
.
Sebagian lagi merupakan para relawan Aktivitas Anak Rimba (Akar) yang konsisten dalam urusan konservasi lingkungan hidup dan kehutanan, khususnya di gunung Ciremai.
.
“Iya membabat semak belukar. Nantinya menyerupai jalan selebar empat sampai lima meter. Kalau panjangnya mah sejauh mungkin. Minimalnya 1,5 kilometer lah,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya (6/8).
.
Mungkin sobat masih ingat, yang dimaksud dengan sekat bakar kuning yakni membagi hamparan bahan bakar menjadi beberapa bagian atau ‘fragmen’.
.
“Harapanya bila terjadi kebakaran, api tidak membakar seluruh hamparan hutan melainkan hanya ‘fragmen’ tertentu saja,” ungkap Fire Boss, Agus Yudantara.
.
Agus menambahkan, sekar bakar kuning juga bisa digunakan sebagai jalan patroli.
.
“Dual fungsi. Saat pencegahan, sekat bakar berfungsi sebagai jalan untuk patroli. Ketika ada kebakaran, sekat bakar menjadi benteng pemisah bahan bakar,” katanya.
.
Dirinya menilai sekat bakar kuning memiliki peran vital dalam upaya pengendalian kebakaran hutan gunung Ciremai.
.
“Kami akan terus berpatroli, membuat sekat bakar, berjaga di posko, dan sosialisasi untuk mengoptimalkan upaya pencegahan kejadian kebakaran,” tutupnya.
.
#sobatCiremai, semoga semua upaya tersebut berhasil mewujudkan ‘Ciremai Zero Fire 2020’. So, mari stop karhutla sekarang juga!.
.
[Teks © Tim Admin, Foto © Polhut-BTNGC|082020]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: