Mewarisi Pinus Gunung Ciremai

Pinus atau Tusam (Pinus merkusii) ialah tumbuhan berumah satu. Artinya organ kelamin jantan dan betina terpisah namun masih dalan satu individu.

Umumnya tajuk Pinus cenderung mengerucut. Tapi ada pula variasi tajuk yang cukup besar dan tak mengerucut.

Tumbuhan ini hidup dapat hidup pada 600 sampai 1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Iya, Pinus di gunung Ciremai mendominasi bagian kaki hingga lereng dengan luas kisaran sepertiga dari total luasan taman nasional.

Tumbuhan ini ditanam sebagai pengganti vegetasi hutan alam yang habis dijarah Belanda. Jarak tanamnya tiga kali tiga meter sehingga tampak rapi dalam barisan.

Yup, Pinus gunung Ciremai merupakan warisan pengelolaan hutan produksi oleh Perum Perhutani antara 1978 sampai 2004. Pada era ini, Pinus mengalami eksploitasi sebagai hasil hutan yakni penebangan dan penyadapan getahnya.

Sejak 2004 tatkala gunung Ciremai menjadi taman nasional, petualangan eksploitasi Pinus pun berhenti. Nah sebagai gantinya, Pinus punya peran baru sebagai potensi jasa lingkungan.

Kita tahu, hampir seluruh wisata alam gunung Ciremai berada di bawah tegakan Pinus. Dengan peran barunya ini, Pinus tetap bisa menghasilkan usaha ekonomi masyarakat setempat melalui jasa wisata alam.

sobatCiremai, mari kita jaga dengan baik apapun warisan dari pendahulu kita agar kita pun bisa mewariskannya lagi kepada generasi penerus kita.

So, mari tetap berkomitmen menjaga kelestarian alam sekitar kita.

[Teks & Foto © Tim Admin-BTNGC | 012021]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: