‘Ngarumat Jagat’ Curug Cipeuteuy, Gunung Ciremai

‘Ngarumat jagat’ ialah acara penanaman bibit pohon yang telah menjadi tradisi masyarakat ‘urang Sunda’, khususnya desa Bantaragung, Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat.


Kegiatan ini memiliki arti ungkapan rasa syukur kepada Alloh SWT di mana atas karuniaNya, alam telah memberikan manfaat yang luar biasa untuk kehidupan manusia terutama kebutuhan air.

‘Ngarumat jagat’ juga berarti upaya menjaga pelestarian alam dalam balutan silaturahmi serta gotong royong masyarakat setempat.

Kemarin (23/1), Koperasi Agung Lestari selaku pengelola wisata alam Curug Cipeuteuy menginisiasi ‘ngarumat jagat’.

Dalam kegiatan tersebut hadir Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kuswandono; Danramil Sindangwangi, Iyus Ibnu; Wakapolsek Sindangwangi; Camat Sindangwangi, Dedi Supriadi; dan Kepala Desa (Kades) Bantaragung, Maman Surahman.

Tampak hadir pula Ketua Forum Ciremai, Dedi Tato, siswa-siswi pecinta alam Majalengka dan Cirebon serta Masyarakat Peduli Api (MPA) Mandiri Kerud Hideung serta MPA Ki Jamasih.

“Kita mesti banyak menanam pohon supaya banyak mata air sehingga menghindarkan air mata,” buka Ketua Koperasi Agung Lestari, Ikin dalam sambutannya.

Sementara Kades Bantaragung, Maman Surahman mengatakan, acara tersebut digelar rutin setahun sekali. Tahun ini merupakan gelaran ke 12.

Oleh karenanya, Camat Sindangwangi, Dedi Supriadi berpesan agar kegiatan tersebut tetap dilakukan supaya hutan gunung Ciremai tetap lestari sehingga terus memberikan manfaat sampai ke anak cucu kita.

Senada dengan semua pernyataan di atas, Kepala Balai TNGC, Kuswandono mengatakan peran penting gunung Ciremai bagi wilayah sekitarnya.

“Benar sekali. Kita memang mesti menjaga kelestarian alam hutan gunung Ciremai. Salah satunya penanaman pohon agar ekosistem tetap terjaga,” katanya.

Lebih jauh beliau mengungkapkan, air dari gunung Ciremai memberikan manfaat bagi wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning) serta sebagian Brebes, Jawa Tengah.

Puncak acara yakni penanaman bibit pohon di sekitar sumber air Curug Cipeuteuy.

“Kami menyediakan 2000 bibit pohon. 1000 bibit pohon berasal dari persemaian tematik. Sedangkan sisanya berasal dari Koperasi Agung Lestari,” ujar Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Majalengka, Jaja Suharja Senjaya.

Menurut beliau, jenis bibit pohon yang ditanam yakni Kicangkudu (Morinda citrifolia), Kiteja (Cinnamamun iners), Kimuncang, Salam (Syzygium polyanthum), Jambu Kopo (Syzygium densiflorum), dan Pereng (Ficus sp).

Raut wajah sumringah tampak dari para hadirin seperti diungkapkan Santi, siswi pecinta alam asal Sindangwangi.

“Seneng banget banget bisa ikut menanam pohon di sini sambil piknik libur akhir pekan,” ungkapnya.

sobatCiremai, sudah saatnya kita menjaga dan melestarikan lingkungan hidup dan kehutanan sekitar kita. Sebab, hutan hijau ada mata air, hutan rusak ada air mata. Salam lestari!👌.

[Teks © Dadan Polhut, Foto © Tim Admin -BTNGC|012021]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: