Sedekah Alam: ‘Moyan & Pepelakan’ Di Punduk Guha Gunung Ciremai

Kata ‘moyan’ sepertinya sudah tidak asing lagi bagi urang Sunda mah. Orang Jawa bilang Dede, orang Bule mengatakan  ‘Sunbathing’ atau berjemur dalam bahasa Indonesia.

Saat seperti ini (12/1) kata tersebut sering sekali kita dengar baik lewat radio, televisi maupun media sosial. Sederhana sih katanya. Eits, tapi tunggu dulu, ternyata ‘moyan’ banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan tubuh kita.

Sedangkan arti ‘pepelakan’ kata orang Sunda yaitu tanaman atau sering juga  kata tersebut diartikan kegiatan menanam pohon. Iya menanam, seperti kemarin yang di lakukan masyarakat sekitar Punduk Guha, masih dalam area wisata alam bumi perkemahan Leles, desa Padaherang, Sindangwangi, Majalengka, Jawa Barat.

Terpantau hadir Masyarakat Peduli Api (MPA), personil Pemerintah Kabupaten Majalengka mulai dari aparat desa, kecamatan hingga tenaga kesehatan Puskesmas Sindangwangi. Hadir pula personil Kepolisian Sektor (Polsek) Sindangwangi serta adik-adik pecinta alam.

“Pandemi Covid 19 bukanlah halangan bagi kita untuk mencintai alam atau yang kami sebut ‘Sedekah Alam’. Oleh karenanya kami ucapkan terima kasih atas partisipasi bapak, ibu, dan adik-adik dalam kegiatan penanaman swadaya di area bekas kebakaran hutan ini dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Majalengka, Jaja Suharja Senjaya dalam sambutannya.

Beliau menambahkan, ada 800 bibit pohon yang tersedia dalam acara ‘Sedekah Alam’ tersebut.

“Jadi, kita tidak hanya menikmati alam saja. Melainkan juga mesti peduli dengan kelestarian alam. Misalnya rutin menanam pohon di sekitar area wisata alam,” tambahnya.

Sementara Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Robi Gumilang mengatakan, “Jenis bibit pohon yang ditanam yakni Peutag (Acemena acuminatissima), Kiteja (Cinnamamun iners), Salam (Syzygium polyanthum), Kicangkudu (Morinda citrifolia), Kimuncang, Huru (Ficus sp), dan Manglid (Manglietia glauca)”.

Menurutnya, pasca penanaman, bibit pohon akan dipelihara secara rutin oleh Mitra Pariwisata Gunung Ciremai (MPGC) Leles sebagai salah satu kewajiban pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Jasa Wisata Alam (IUPJWA).

Hal ini dibenarkan Ketua Forum Ciremai sekaligus Ketua MPGC Leles, Dedi Tato.

“Benar. Kami akan lakukan pemeliharaan dan penyulaman pasca kegiatan penanaman ini,” katanya.

Antusias masyarakat dalam kegiatan tersebut merupakan gerakan yang digagas atas dasar kesadaran akan pentingnya pelestarian TNGC. Dengan demikian kita pun bisa menikmati anugerah alam.

sobatCiremai, ternyata ‘moyan’ dan ‘pepelakan’ itu punya banyak manfaat bagi kita. Hmm, lets do it!.

[Teks © Dadan Polhut, Foto © Tim Admin -BTNGC|012021]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: