Dirjen PSKL Apresiasi Kemitraan Konservasi Gunung Ciremai

Direktur Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Dr. Bambang Supriyanto melakukan lawatan ke gunung Ciremai di Kuningan dan Majalengka, Jawa Barat (20/2).

Kedatangan ‘inohong’ (pejabat, red) Kementerian LHK itu untuk memberikan arahan dan pembinaan kelompok kemitraan masyarakat gunung Ciremai ini didampingi Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kuswandono beserta jajarannya.

TNGC memang berbatasan dengan 54 desa penyangga. Nah, masyarakat setempat telah berperan aktif dalam pengelolaan TNGC selama 17 tahun sejak 2004 hingga kini.

Menurut data statistik Balai TNGC 2020, ada 46 kelompok masyarakat pengelola wisata alam atau biasa disebut Masyarakat Pariwisata Gunung Ciremai (MPGC). Selain itu, tercatat ada satu kelompok kemitraan konservasi pemulihan ekosistem dan lima kelompok yang masih calon mitra konservasi dalam upaya pemulihan ekosistem gunung Ciremai.

“Kami berikan apresiasi terhadap kemitraan konservasi pemulihan ekosistem di Lempong Balong oleh kelompok masyarakat Arban Palutungan”, kata Dirjen PSKL, Dr. Bambang Supriyanto selepas melakukan adopsi pohon Beringin (Ficus benjamina) di lokasi kemitraan konservasi pemulihan ekosistem Lempong Balong, desa Cisantana, Cigugur, Kuningan.

Lebih lanjut beliau menyampaikan penilaian terhadap program adopsi pohon di Lempong Balong, “Konservasi dikerjakan oleh masyarakat melalui restorasi dengan pola adopsi pohon. Publik memberikan tanggungjawab untuk bumi dengan dana 250 ribu per pohon untuk pemeliharaan tiga tahun. Adopter mendapat laporan perkembangan pohon tersebut melalui tagar instagram.”

Beliau menambahkan, perpaduan adopsi pohon dengan wisata alam sepeda gunung ‘downhill’ sangat luar biasa. Karena melalui kemitraan konservasi ini, masyarakat mendapatkan ‘income’ dan hutan pun tetap terjaga.

Menjelang siang, rombongan bergegas menuju lokasi kemitraan konservasi jasa lingkungan wisata alam Curug Cipeuteuy, desa Bantaragung, Sindangwangi, Majalengka.

“Konektivitas kemitraan konservasi wisata alam Curug Cipeuteuy dalam kawasan TNGC dengan wisata dari luar kawasan sudah berjalan baik. Karena semua saling melengkapi”, kata Dirjen PSKL, Dr. Bambang Supriyanto.

Di tempat yang sama, Ketua Koperasi Agung Lestari, Ikin menceritakan panjang lebar ‘succese story’ wisata alam Curug Cipeuteuy.

“Alhamdulillah. Curug Cipeuteuy bisa sukses berkat kerja keras masyarakat. Tentu saja banyak peran pendampingan Balai TNGC, pemerintah kabupaten Majalengka, dan semua pihak terkait,” pungkasnya.

sobatCiremai, semoga kita semakin bersemangat dalam kemitraan konservasi.

[Teks & Foto ©️ Tim Balai TNGC|022021]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: