Kapolres Majengka Diskusi Mendaki Gunung Aman dan Sehat di Jalur Pendakian Apuy, Gunung Ciremai


.
Jumat (5/2) sore bertempat di Base Camp jalur pendakian Apuy, Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kepolisian Resor (Polres) Majalengka gelar diskusi ‘Mendaki Gunung Aman dan Sehat di Masa Pandemi Covid 19’.
.
Bincang tersebut dipimpin langsung Kapolres Majalengka, AKBP Syamsul Huda; Direktur Binmas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Supriyadi; Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilalyah II Majalengka, Jaja Suharja; Tim Medis Pendakian, Dr. Egi Primi Fadhillah; dan Mitra Pariwisata Gunung Ciremai (MPGC) Kelompok Canghegar, Masyarakat Peduli Api (MPA) Pokdar Kamtibmas Polres Majalengka, dan MPGC Apuy.
.
Nah tujuan kegiatan ini untuk berbagi informasi dan mencari jalan keluar bagi permasalahan yang dihadapi dan bertukar informasi bagaimana konsep pencegahan virus corona dalam kegiatan olah raga alam pendakian gunung Ciremai agar tetap aman dan sehat.
.
Dalam sambutannya, Kapolres Majalengka menekankan agar pendakian gunung di masa pandemi dilaksanakan dengan mengacu pada protokol kesehatan.
.
“Sebagai pecinta alam dan pendaki gunung, kami ingin memastikan bahwa pendakian di Apuy telah mengacu protokol kesehatan,” kata beliau.
.
Selain itu, Direktur Binmas Polda Jawa Barat berpesan kasus yang terpapar di Jawa Barat cukup banyak yakni nomor dua setelah Jakarta.
.
“Untuk itu disiplin terhadap protokol tidak bisa ditawar lagi. Walaupun saat ini sudah terdapat vaksin, tapi kita harus mengadaptasi kebiasaan baru yaitu rajin cuci tangan, pake masker, dan jaga jarak,” kata beliau.
.
Sementara itu, Kepala Balai TNGC, Kuswandono melalui Kepala SPTN Wilayah II Majalengka, Jaja Suharja menjelaskan pendakian gunung Ciremai mengacu pada prosedur tetap pendakian dan protokol kesehatan masa pandemi yang telah diterapkan sejak Juni 2020 sampai saat ini.
.
Dalam prosedur tetap pendakian, tujuannya membuat pendaki aman, tertib, dan nyaman. Aman yaitu dengan mengatur kuota harian pendaki, jam pendakian, pengecekan kesehatan maupun barang bawaan. Tertib yaitu mekanisme booking online. Nyaman yaitu kepastian ketersediaan kapling tenda.
.
“Sesuai dengan protokol kesehatan pada masa pandemi, kuota pendaki yang diperkenankan yakni 50 persen dari kuota 455 pendaki per hari,” jelasnya.
.
Pamungkas, Dr. Egi Frimi Abdillah menyatakan setiap pendaki wajib melakukan pemeriksaan kesehatan di base camp.
.
“Pendaki wajib diperiksa kesehatan sebelum mendaki untuk mengetahui kebugarannya. Bagi yang tidak memenuhi syarat tidak diperkenankan untuk mendaki,” pungkasnya.
.
#sobatCiremai, jangan lelah untuk tetap disiplin melakukan 5M yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Karena tidak ada yang dapat menjaga diri kita dan keluarga, selain diri kita sendiri.
.
Jangan abai namun juga jangan terlalu panik. So, pastikan asupan makanan dan minuman sehat sebagai perisai tubuh kita.
.
[Teks & Foto © Jaja & Abudin-BTNGC|022021]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: