Kenapa Katak Dan Kodok Sebagai Bio Indikator Perubahan Lingkungan?

Masyarakat mengenal katak dan kodok sebagai hewan yang kurang bermanfaat. Sebatas hanya hewan pemakan serangga dan jenis tertentu dapat dijadikan kuliner. Bahkan sebagian orang menganggapnya hewan menjijikan.

Di balik semua itu, ternyata hewan ini berfungsi penting bagi lingkungan. Fungsi itu yakni sebagai penanda kualitas lingkungan kita. Bahasa kerennya sebagai hewan “Bio Indikator Perubahan Lingkungan”. Apa saja alasannya ya sobat?. Yuk simak penjelasannya.

Menurut ahli “herpetofauna”, apabila sobat menjumpai jenis kodok tertentu maka lingkungan tersebut telah berubah. Bisa dilihat ketika sobat menemukan Kodok buduk “Bufo melanostictus”. Ini menandakan bahwa lingkungan ini sudah tercemar.

Ada juga jenis kodok endemik. Endemik artinya hanya ditemukan di lokasi tertentu saja karena perbedaan kualitas lingkungan. Biasanya populasi hewan endemik tidak banyak. Contohnya adalah kodok merah Ciremai “Leptophryne javanica”. Berudu kodok ini akan mampu bertahan hidup pada aliran air yang jernih dan tidak tercemar zat kimia.

Hewan ini adalah binatang paling rentan terhadap perubahan cuaca. Nantinya kodok dan katak akan punah paling awal karena sangat peka terhadap perubahan lingkungan, seperti polusi air, perusakan hutan, ataupun perubahan iklim.

Ini mudah dianalisis dan logis. Ketika terjadi perubahan iklim, maka hewan ini kesulitan menyesuaikan diri dengan perubahan tersebut. Hanya sedikit yang bisa bertahan. Akhirnya mereka akan punah sedikit demi sedikit.

Melihat fenomena tersebut, konservasi hewan ini tak hanya harus mempertahankan populasinya saja. Tetapi lebih pada bagaimana sobat menjaga lingkungan. Karena keberlangsungan makhluk hidup di habitatnya juga tergantung dengan lingkungan yang ditempati.

SobatCiremai, konservasi “amfibi” lebih sulit bila dibandingkan hewan lain. Penyebabnya karena hewan ini memiliki harga tawar yang rendah, sehingga keberadaannya kurang diperhatikan orang. Oleh karenanya konservasi lingkungan lebih diutamakan daripada spesiesnya.

So, ayo jaga kelestarian lingkunga sekitar kita.

[Teks & foto © Azis AK-BTNGC | 022021]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: