Yuk Kenali Rotan

Rotan atau ‘Calameae’ merupakan jenis tanaman yang tumbuh di daerah yang beriklim subtropis seperti Korea Selatan maupun derah beriklim tropis seperti Indonesia.

Umumnya Rotan bisa tumbuh diberbagai habitat mulai dari daerah tanah berawa, tanah kering hingga pegunungan pada ketinggian 300 sampai 1000 meter di atas permukaan laut (mdpl). Namun semakin tinggi suatu tempat, Rotan semakin jarang ditemukan.

Biasanya, Rotan tumbuh pada daerah dengan curah hujan 2000 hingga 4000 milimeter (mm) per tahun. Sedangkan menurut tipe iklim Schmidt dan Ferguson, tumbuhan ini dapat tumbuh di daerah beriklim basah dengan suhu udara 24 derajat Celcius hingga 30 derajat Celcius.

Rotan tumbuh merambat pada pepohonan sehingga punya batang panjang. Tapi panjang dan diameter batang Rotan sangat bervariasi tergantung jenisnya. Batang tumbuhan merambat ini berbentuk bulat atau segitiga yang dapat memanjang puluhan meter lho.

Batang Rotan beruas-ruas dan dibatasi oleh buku-buku. Batang tumbuhan ini merupakan bagian yang paling sering dimanfaatkan karena punya nilai ekonomi cukup tinggi di pasaran.

Nah, berdasarkan cara tumbuh batang, Rotan dapat dikelompokan menjadi dua bagian. Pertama, tumbuh ‘soliter’ atau tunggal. Rotan ‘soliter’ hanya memungkinkan dipotong satu kali dan tidak dapat beregenerasi kembali dari tunggul yang terpotong tersebut.

Ke dua, Rotan berumpun. Rotan ini dapat beregenerasi kembali dan tumbuh terus-menerus pasca pemotongan. Ya, rumpun Rotan terbentuk oleh tunas-tunas yang tumbuh dari kuncup ketiak pada bagian bawah batang.

Oh ya, pada batang Rotan terdapat daun majemuk dan pelepah daun yang tumbuh menutupi ruas-ruas batang. Panjang, lebar, dan bentuk daun juga sangat bervariasi tergantung jenisnya.

Akar Rotan itu serabut. Warna akarnya juga bervariasi mulai dari putih keabu-abuan, kekuning-kungan hingga kehitam-hitaman.

Daun Rotan memiliki duri-duri kecil sebagai bentuk pertahanan diri. Daun ini umumnya tumbuh menghadap ke dalam sebagai pengait batang pada inang.

Rotan pun punya bunga lho. Bunga Rotan itu majemuk terbungkus seludang. Bunga jantan dan bunga betina pada umumnya berumah satu. Namun terdapat beberapa jenis rotan dengan bunga berumah dua. Bunga Rotan berukuran relatif kecil dengan tiga putik pada bunga betina. Sementara pada bunga jantan mempunyai lima benang sari.

Buah Rotan berbentuk bulat, oval, atau lonjong. Buah ini memiliki sisik trapesium yang tersusun vertikal dari toksis buah. Sekilas buah rotan menyerupai Salak karena identik bersisik.

Buah Rotan enak dimakan dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan seperti menjaga kesehatan otot, menguatkan tulang, menjaga kesehatan gigi, mengatasi sariawan, dan meningkatkan metabolisme tubuh.

Rotan merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang memiliki peranan penting bagi perekonomian Indonesia. Hal ini terjadi karena Indonesia memiliki potensi rotan yang tinggi.

Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) pun menyimpan potensi rotan. Namun pemanfaatan secara ekonomi belum bisa dilakukan karena terkendala dengan aturan tentang pemanfaatan HHBK. Sebenarnya aturan sudah ada. Tetapi di TNGC tidak ada zona tradisional sehingga secara eksploitasi, Rotan belum bisa dimanfaatkan.

sobatCiremai, mari kenali, cintai, dan lestarikan tumbuhan sekitar kita.

[Teks & Foto © Ahmad Fuad-BTNGC|022021]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: