Yuk Kenali Si Cantik Kutilang


.
Sobat tahu Kutilang?. Tentu sebagian dari sobat sudah mengenalnya kan. Ya, ia jenis burung yang dapat hidup di kawasan hutan, maupun perkebunan atau pemukiman sehingga sangat familiar di kalangan masyarakat. Namun Kutilang yang satu ini unik dan beda dari Kutilang kebanyakan.
.
Kami menjumpai sekelompok cucak Kutilang yang ribut ketika kami melakukan kunjungan ke lereng utara gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat.
.
Yang menjadi perhatian kami karena ia mempunyai bulu dominan putih bertopi hitam di kepala dan tungging jingga kuning yang sepintas mirip burung Kenari.
.
Kami penasaran untuk terus mengikuti dan mengambil dokumentasi. Ternyata memang Kutilang yang mengalami perubahan warna bulu, kulit secara alami dari lahir karena adanya mutasi gen atau ‘Leucistic’.
.
Kutilang putih, begitulah kami menyebutnya. Nah, jenis Kutilang yang mengalami perubahan warna bulu seperti ini tidak banyak. Ia hanya dapat kami jumpai di beberapa titik hutan gunung Ciremai saja.
.
Kutilang punya nama latin ‘Pycnonotus aurigaster’ dari suku ‘Pycnonotidae’. Orang Sunda menyebutnya ‘Pedet’ atau ‘Cangkurileung’ termasuk burung berukuran sedang, bertopi hitam dengan tunggir keputih-putihan dan tungging jingga kuning. Dagu dan kepala atas hitam. Kerah, tunggir, dada, dan perut putih. Sayap hitam, ekor coklat. Iris merah, paruh dan kaki hitam.
.
Biasanya ia hidup dalam kelompok yang aktif dan ribut serta sering berbaur dengan jenis cucak lain. Ia lebih menyukai pepohonan terbuka atau habitat bersemak, di pinggir hutan, tumbuhan sekunder, taman  dan pekarangan, atau bahkan kota besar.
.
#sobatCiremai tentu juga tahukan bahwa jenis burung ini juga banyak di pasaran, yang entah dikembangbiakan secara resmi atau ‘mengambil’ dari hutan. Jangan ya sobat, biarkan mereka hidup di habitat alaminya.
.
So, mari kita jaga dan lestarikan hutan dan sumberdaya alam hayati yang terkandung di dalamnya, karena sudah pasti ujungnya pasti untuk manusia.
.
[Teks & Foto © Iwan S-BTNGC|022021]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: