Eh, Ketemu Lagi Dengan Sesilia

Akhir pekan kemarin (26/3) @gunung_ciremai berkesempatan menjajal jalur pendakian Palutungan, desa Cisantana, Cigugur, Kuningan, Jawa Barat.

Saat lelah langkah kaki menuju Transit Camp (TC) Pasanggrahan, tiba-tiba ketemu Cacing Besar di jalur.

“Eh, nih ada Cacing belang gede. Hampir saja terinjak,” kataku.

“Oh ya, bener. Sepertinya di sini memang habitatnya. Coba rasakan kelembaban tempat ini,” sahut sobat seperjalananku.

Ya, Sesilia, Gymnophiona atau Apoda ini kami temukan pada ketinggian 2.336 meter di atas permukaan laut (mdpl). Ia termasuk ordo amfibia yang berbentuk serupa cacing besar atau ular.

Menurut berbagai literatur daring, satwa melata ini tergolong amat langka?. Selain karena hanya ditemukan di daerah hutan-hutan yang masih baik, Sesilia juga hidup di dalam tanah yang gembur, di dekat sungai atau rawa-rawa. Oleh karenannya ia jarang sekali didapati oleh manusia.

Sesilia menyukai tempat yang basah atau lembab. Tepi sungai atau parit, di bawah tumpukan batu, kayu atau serasah, dan di dekat kolam atau rawa merupakan habitatnya.

‘Satwa aneh’ ini sama sekali tidak mempunyai kaki sehingga mirip cacing sepanjang 1,5 meter. Ekornya pendek bahkan tidak ada. Hih, geli ya lihatnya.

Selepas puas memotret sang cacing belang, kami membiarkan ia kembali menyusuri tanah. Kami pun melanjutkan pendakian hari itu.

SobatCiremai, kita boleh mengamati satwa liar yang kita temui asalkan masih dalam batas aman ya. So, mari kenali dan lestarikan satwa liar sekitar kita.

[Teks & Foto © Tim Admin-BTNGC|032021]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: