Pesan Tyo Survival: Jangan Tergoda Buah Warna Cerah Di Hutan!

Suatu hari di awal musim penghujan, @gunung_ciremai berkesempatan jalan bareng dengan @tyo_survival dalam penjelajahan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) di lereng Kuningan, Jawa Barat (31/1).

Dalam payung mendung, gerimis, dan hujan para petualang ini terus menapak di bawah tajuk hutan hujan tropis atap Parahyangan. Di suatu titik antah berantah rimba, langkah kami terhenti.

“Mas delok’en iki” panggilku.

“Ono opo?,” tanya Mas Tyo.

“Iki wit buah’e abang. Warnane padhang. Opo Iki enak dipangan Mas?,” tanyaku.

“Hus, aja sembrono!. Sak ngertiku, yen ing alas ana woh-wohan, warna sing padhang iki tegese ora bisa dipangan. Bisa uga racun!,” jelas pria penggiat alam bebas itu.

“Oalah, terus apa sing dipangan awan iki?,” desakku.

“Gampang wae, Kang. Aku nggawa nedha awan. Mengko awake dhewe mangan enak ing tendha,” ajak Mas Tyo.

Kami pun bergegas menjauhi tempat itu.

SobatCiremai, jadi bila di hutan ketemu buah yang berwarna cerah seperti foto di atas, jangan dimakan ya. Sebab mungkin saja buah tersebut tak layak konsumsi alias beracun. Bisa bahaya kan!.

So, mari kita persiapkan logistik secara memadai sesuai kebutuhan petualangan alam bebas.

[Teks & Foto © Tim Admin-BTNGC|032021]

Ikuti Kami
%d blogger menyukai ini: